- Polri menonaktifkan Kapolres Sukoharjo beserta tiga personel untuk diperiksa Propam terkait penggeledahan pesantren pada 27 Oktober 2026.
- Penggeledahan di Sukoharjo dan Karanganyar tersebut memicu keluhan pesantren karena diduga disertai tindakan intimidasi terhadap santri dan pengasuh.
- Polda Jawa Tengah menyatakan penggeledahan dilakukan sebagai pengembangan penyidikan kasus perusakan dan telah mengantongi izin pengadilan.
Propam Mabes Polri hingga Itwasum Turun Tangan
Sorotan terhadap penggeledahan pesantren turut memicu pemeriksaan internal di tubuh Polri. Dugaan adanya tindakan yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) kini menjadi salah satu aspek yang didalami.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan Divisi Propam Mabes Polri bersama Bidpropam Polda Jawa Tengah tengah melakukan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
Pengawasan juga melibatkan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri dan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Jawa Tengah.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan empati kepada keluarga besar pesantren atas peristiwa yang terjadi.
Polri juga menegaskan bahwa setiap keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti secara objektif dan profesional.
Penonaktifan Kapolres Sukoharjo beserta tiga personel lainnya menjadi bagian dari langkah evaluasi internal kepolisian menyusul polemik tersebut.
Hingga Senin (2/11/2026), hasil akhir pemeriksaan belum diumumkan. Karena itu, dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran masih menunggu hasil pemeriksaan dan pembuktian melalui mekanisme internal Polri.
Baca Juga: Polres Sukoharjo Bongkar Jaringan Pengedar Sabu 213 Gram, Dua Pelaku Diciduk di Bendosari
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!
-
Tunggakan Sewa Manahan Persis Solo, Penegak Hukum Didesak Telusuri Dugaan Pelanggaran
-
Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran: Ada Kirab Pengantin hingga Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat
-
Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit