Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:09 WIB
Warga Dusun Kepuh Desa Kunden Kecamatan Buku, Sukoharjo saat mengambil air bantuan dari BPBD Sukoharjo. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 336 jiwa di Desa Kunden, Sukoharjo, mengalami krisis air bersih sejak empat bulan lalu.
  • Warga terdampak harus berjalan dua kilometer atau mengandalkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Kepala Desa Kunden menyatakan letak geografis di puncak gunung menjadi penyebab utama kekeringan berulang.

"Mengandalkan bantuan air bersih. Ada yang mengambil di sumur tetangga beda kampung, ada juga yang beli air," katanya.

Kepala Desa Kunden, Purno Handoyo, menjelaskan kondisi geografis menjadi penyebab utama wilayahnya terus mengalami krisis air saat musim kemarau.

"Ada 99 kepala keluarga atau 336 jiwa yang terdampak. Kondisi ini sudah lama dirasakan karena wilayah kami berada di puncak gunung," ujarnya.

Pemerintah desa, kata Purno, sudah beberapa kali mencoba membuat sumur. Bahkan pernah mendapat bantuan sumur dalam yang sempat menjadi andalan warga. Namun, fasilitas tersebut kini tak lagi berfungsi optimal setelah jaringan pipanya rusak akibat gempa.

"Dulu sumur dalam pernah jaya, tetapi sekarang pipanya rusak dan debit airnya tinggal sedikit," jelasnya.

Di tengah keterbatasan itu, warga hanya bisa mengatur penggunaan air sehemat mungkin sambil menunggu bantuan berikutnya datang.

"Ya warga harus menghemat. Banyak yang akhirnya mandi sekali sehari karena kalau pun ada sumur, airnya tidak mencukupi," pungkas Cipto.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga: Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK

Load More