- Sebanyak 336 jiwa di Desa Kunden, Sukoharjo, mengalami krisis air bersih sejak empat bulan lalu.
- Warga terdampak harus berjalan dua kilometer atau mengandalkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kepala Desa Kunden menyatakan letak geografis di puncak gunung menjadi penyebab utama kekeringan berulang.
"Mengandalkan bantuan air bersih. Ada yang mengambil di sumur tetangga beda kampung, ada juga yang beli air," katanya.
Kepala Desa Kunden, Purno Handoyo, menjelaskan kondisi geografis menjadi penyebab utama wilayahnya terus mengalami krisis air saat musim kemarau.
"Ada 99 kepala keluarga atau 336 jiwa yang terdampak. Kondisi ini sudah lama dirasakan karena wilayah kami berada di puncak gunung," ujarnya.
Pemerintah desa, kata Purno, sudah beberapa kali mencoba membuat sumur. Bahkan pernah mendapat bantuan sumur dalam yang sempat menjadi andalan warga. Namun, fasilitas tersebut kini tak lagi berfungsi optimal setelah jaringan pipanya rusak akibat gempa.
"Dulu sumur dalam pernah jaya, tetapi sekarang pipanya rusak dan debit airnya tinggal sedikit," jelasnya.
Di tengah keterbatasan itu, warga hanya bisa mengatur penggunaan air sehemat mungkin sambil menunggu bantuan berikutnya datang.
"Ya warga harus menghemat. Banyak yang akhirnya mandi sekali sehari karena kalau pun ada sumur, airnya tidak mencukupi," pungkas Cipto.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga: Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Dukung Diaspora dan PMI, BRImo Taiwan Raih Penghargaan Inovasi Indonesia 2026
-
Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa