Budi Arista Romadhoni
Kamis, 10 September 2026 | 15:33 WIB
Masa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Bergerak (ARIB) saat menuju kediaman. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di kediaman Presiden ke-7 Jokowi di Solo pada Kamis, 10 September 2026.
  • Massa aksi bermaksud menyerahkan surat peringatan dan plakat berisi filosofi Jawa kepada Jokowi setelah sempat dihadang para relawan.
  • Pihak Paspampres menerima surat dan plakat tersebut serta menyatakan bahwa pertemuan dengan Jokowi harus mengikuti prosedur administratif yang berlaku.

SuaraSurakarta.id - Masa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu Bergerak (ARIB) menggelar aksi di kediaman Presiden ke-7 Jokowi di Jalan Kutai Utara 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (10/9/2026).

Ada belasan masa yang berjalan dari simpang lima Sumber menuju kediaman Jokowi. Dalam aksinya mereka membawa spanduk dan poster dengan berbagai tulisan.

'Kami datang untuk kedamaian', 'Jokowi Pembohong', 'Jokowi Jongos Oligarki', 'Jokowi & Dinasti, Haus Kuasa', hingga 'Jokowi Power Syndrome'.

Saat masuk gang menuju kediaman Jokowi, masa sempat dihadang para relawan yang mempertanyakan kedatangan ke sini.

Masa pun menjelaskan kedatangan ke sini untuk menyerahkan surat dan plakat bertuliskan filosofi Jawa.

"Kami mau menyerahkan surat dan plakat untuk Bapak Joko Widodo. Perlu kami bacakan?," ujar Koordinator Aksi, Bangun Satoto, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya kedatangannya ke sini pada hari ini ingin menyampaikan sepucuk surat dan satu buah plakat untuk Jokowi. 

Karena Jokowi belum lama ini duduk di sebelah kiri Budi Arie yang menyampaikan indikasi adanya makar.

"Maka untuk itu kami sebagai anak bangsa mewakili seluruh rakyat Indonesia tidak bisa tinggal diam. Karena itu kepada Bapak Joko Widodo kami memanusiakan bapak sebagai manusia, memanusiakan manusia. Karena itu, karena beliau sebagai manusia sama seperti kami, kami mengingatkan bentuk kepedulian kami terhadap NKRI dan juga kepada Bapak Joko Widodo sebagai mantan presiden RI ke-7, karena itu kami berikan surat peringatan sekaligus filosofi dalam bahasa jawa," ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Restui Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil V Jateng, Sudah Dihitung dan Kalkulasi Resikonya

"Yang pertama, lamu siro sekti ojo kemaki. Yang kedua, lamun siro sekti tansah eling pati. Yang ketiga, sopo nandur bakal ngundhuh. Yang keempat, ngundhuh wohing pakarti. Dan yang terakhir sopo salah bakal seleh," lanjut dia.

Tak berselang lama masa sempat maju beberapa meter menuju kediaman untuk bertemu langsung dengan Jokowi. Serta menyerahkan surat dan plakat.

"Sebagaimana yang sudah kami sampaikan kepada pihak keamanan dan juga diteruskan oleh paspampres. Sudah lima nama yang kami sampaikan untuk bertemu dengan beliau dan pertemuan ini di depan rumahnya tidak ada pertemuan di dalam rumahnya, ini biar seluruh rakyat Indonesia melihatnya," paparnya.

"Kami juga tidak meminta sepatah dua patah dari beliau. Jadi niat kami adalah memberikan surat peringatan," ucap dia. 

Masa sempat ditemui oleh paspampres dan menyerahkan surat serta plakat berisi filosofi jawa tersebut. Paspampres mempersilahkan kalau ingin bertemu dengan Jokowi, hanya saja harus antre sesuai prosedur yang ada.

"Semua prosedural surat menyurat tanda tangan semua melalui staf sekretaris. Kalau bertemu dengan bapak monggo silahkan terbuka, tidak ada kita menghalangi tapi masalah surat menyurat itu harus kita bawa dulu," ujar salah satu paspampres, Serka Zainudin. 

Load More