Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB
Samba Persada Women harus mengakhiri perjuangannya di ajang Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026 tanpa kemenangan. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Samba Persada Women kalah 0-2 dari Akademi Persib Bandung di Supersoccer Arena, Kudus, pada Jumat (10/7/2026).
  • Kekalahan tersebut memastikan tim asal Solo itu tersingkir dari Hydroplus Soccer League dengan tiga kekalahan beruntun.
  • Samba Persada Women harus bermain dengan sepuluh pemain sejak awal babak kedua akibat kartu merah kapten tim.

SuaraSurakarta.id - Samba Persada Women harus mengakhiri perjuangannya di ajang Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026 tanpa kemenangan.

Pada laga terakhir Grup B yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (10/7/2026) sore, tim asal Solo tersebut takluk 0-2 dari Akademi Persib Bandung.

Hasil tersebut membuat Samba Persada Women menutup turnamen dengan tiga kekalahan beruntun sekaligus menghuni posisi terbawah klasemen Grup B. Meski demikian, semangat juang para pemain tetap mendapat apresiasi setelah mampu memberikan perlawanan sengit hingga peluit panjang berbunyi.

Dalam pertandingan itu, Samba Persada Women harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua setelah kapten tim, Khalisah Almira Safitri, menerima kartu merah. Kondisi tersebut membuat tim berada di bawah tekanan, namun tetap mampu menjaga permainan hingga hanya kebobolan dua gol.

Pelatih Samba Persada Women, Ari Guntur Dewanto, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang tetap tampil disiplin meski kehilangan satu pemain.

“Anak-anak sudah berjuang luar biasa. Bermain dengan 10 pemain bukan situasi yang mudah karena satu pemain sangat berharga. Kehilangan satu pemain membuat organisasi permainan dan komunikasi di lapangan berubah, tetapi mereka tetap berusaha sampai akhir pertandingan,” ujarnya seusai laga.

Menurut Ari, para pemain mampu mempertahankan organisasi permainan sehingga tidak kebobolan lebih banyak meski terus mendapat tekanan dari lawan.

“Kami masih bisa bertahan sampai akhirnya kebobolan. Menurut saya itu sesuatu yang patut dibanggakan. Bermain dengan 10 pemain dan hanya kebobolan dua gol menunjukkan anak-anak tidak menyerah,” katanya.

Ia mengakui Akademi Persib Bandung tampil lebih baik dan layak meraih kemenangan. Namun, pengalaman tampil di level nasional menjadi pelajaran berharga bagi timnya.

Baca Juga: All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim

“Saya mengakui kualitas lawan memang luar biasa dan kami menerima kekalahan ini. Tetapi saya bangga kepada para pemain karena mereka tetap menunjukkan fighting spirit sampai peluit akhir berbunyi,” ucapnya.

Ari juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya kurang tepat, khususnya terkait keputusan kartu merah yang diterima timnya.

“Sangat disayangkan kartu merah yang diterima sebenernya tidak perlu karena posisi bola 50-50. Kehilangan satu pemain tentu menyulitkan anak-anak. Saya sudah berusaha menaikkan mental anak-anak setelah kartu merah, tetapi memang sulit dan akhirnya kami kebobolan. Kami sudah dirugikan di laga pertama melawan Putri Tangsel City ketika ada handsball yang tidak dianggap. Tentunya ini bisa jadi evaluasi bagi wasit,” kata dia.

Sementara itu, pemain Samba Persada Women, Keisya Aulia Hardinata, mengatakan seluruh pemain telah berusaha memberikan penampilan terbaik hingga pertandingan terakhir.

“Saya berusaha semaksimal mungkin dari pertandingan pertama sampai pertandingan terakhir. Walaupun kami bermain dengan 10 pemain dan hasil akhirnya belum sesuai harapan, kami tetap memberikan totalitas untuk tim,” ujarnya.

Pemain asal Sragen itu mengungkapkan motivasinya adalah membanggakan kedua orang tuanya. Ia juga menyebut pesan pelatih menjadi penyemangat agar para pemain tetap menunjukkan kualitas terbaik meski tim gagal melaju ke babak selanjutnya.

Load More