Budi Arista Romadhoni
Rabu, 08 April 2026 | 07:47 WIB
Ilustrasi siswa di Sragen meninggal usai berkelahi. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Seorang siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang berinisial WA meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan rekan sekolahnya pada 7 April 2026.
  • Insiden di kamar mandi sekolah tersebut dipicu oleh aksi saling ejek spontan antar kedua siswa kelas 8 tersebut.
  • Kepolisian dan Disdikbud Kabupaten Sragen sedang melakukan penyelidikan intensif serta menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke Puskesmas Sumberlawang.

Karena kondisi yang kritis, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit untuk proses visum.

5. Disdikbud Sragen turun tangan, kronologi masih simpang siur

Kasus ini kini juga ditelusuri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Disdikbud Sragen, Yuni Susilawati, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi di lokasi kejadian.

Ia menyebut kronologi kejadian masih belum jelas dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

“Kami datang ke sini juga sedang dalam rangka mencari kronologi kejadian. Kami juga belum jelas kronologisnya, akhirnya nanti menunggu sampai hasil visum dari polisi keluar,” ujar Yuni kepada publik.

Ia juga menegaskan bahwa insiden tersebut melibatkan sesama siswa kelas 8 dan tidak ada keterlibatan guru dalam peristiwa tersebut.

Baca Juga: 7 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Sragen, Alasannya Bikin Publik Marah!

Saat kejadian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, bahkan sebagian siswa sedang menjalani Tes Kemampuan Akademik (TKA).

6. Polisi lakukan penyelidikan, tunggu hasil visum

Pihak kepolisian melalui Kapolsek Sumberlawang, Sudarmaji, membenarkan kejadian tersebut.

Korban sempat dibawa ke RSUD dan kini berada di kamar jenazah untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, tim Satreskrim Polres Sragen yang dipimpin oleh Catur Agus Yudo Praseno masih melakukan penyelidikan.

Penyelidikan mencakup pengumpulan keterangan dari saksi, pihak sekolah, serta menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.

Load More