- Proyek normalisasi irigasi oleh DPU Sragen di Kecamatan Tanon belum terealisasi meskipun sudah dijanjikan sejak Maret 2026.
- Warga Desa Jono membongkar saluran air secara sepihak pada 5 April 2026 akibat kerugian gagal panen berulang.
- Aksi tersebut memicu konflik dengan Desa Gawan yang merasa dirugikan karena melanggar kesepakatan pengaturan pintu air.
Kepala Desa Gawan, Sutrisna, menyayangkan tindakan warga Jono yang dianggap tidak menghormati kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.
Menurutnya, pembukaan pintu air seharusnya melalui komunikasi antarwilayah, karena menyangkut kepentingan banyak pihak.
“Kami sangat menyayangkan etika dari pihak Jono. Kalau mau membuka, setidaknya disampaikan ke kami. Ada aturan mainnya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Sutrisna sebagaimana dikutip dari Instagram @jatengnow.
4. Posisi Hilir Gawan Jadi Faktor Sensitif
Secara geografis, Desa Gawan berada di wilayah hilir, sehingga menanggung beban air yang lebih besar.
Wilayah ini tidak hanya menerima aliran dari hulu, tetapi juga harus menampung luapan dari Sungai Bengawan Solo.
Kondisi ini membuat pengaturan pintu air menjadi sangat krusial.
Dalam kesepakatan sebelumnya, pintu air ke arah Gawan hanya boleh dibuka penuh jika proyek normalisasi sudah berjalan.
Ketika aturan ini dilanggar, risiko banjir dan kerusakan lahan di wilayah hilir menjadi meningkat.
Baca Juga: Jadwal Azan Magrib dan Buka Puasa Kabupaten Sragen Minggu 22 Februari Lengkap dengan Doa
5. Petani Alami Kerugian Nyata Sejak Awal Musim Tanam
Dampak dari masalah irigasi ini langsung dirasakan oleh petani, khususnya di Desa Jono.
Genangan air yang tidak terkontrol menyebabkan benih yang telah ditanam rusak dan tidak bisa tumbuh optimal.
Akibatnya, petani harus melakukan penanaman ulang hingga dua kali. Hal ini tentu menambah beban biaya, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Alih-alih mendapatkan hasil panen, petani justru mengalami kerugian yang berulang.
6. Janji Pemerintah Belum Terealisasi, Picu Kekecewaan
Kekecewaan petani semakin dalam karena proyek ini sebenarnya sudah lama dijanjikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pakar Hukum Ungkap Dampak Ketegangan Polisi dan Jaksa: Bisa Jadi Celah Para Koruptor
-
Minim Kompetisi, Hydroplus Soccer League All Star Kesempatan Emas Tim Putri Solo Tambah Jam Terbang
-
Bupati Sukoharjo Resmi Pakai Rompi Oranye, KPK Sita Barang Bukti Miliaran Rupiah!
-
Samba Persada Women Akhiri Kiprah di Hydroplus Soccer League All Stars, Pelatih Tetap Bangga
-
Ini Respon DPC PDIP Sukoharjo Usai Etik Suryani Ditangkap KPK