Budi Arista Romadhoni
Rabu, 25 Maret 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi opor ayam [delishglobe.com]
Baca 10 detik
  • Dietisien Yesi Herawati memperingatkan pemanasan ulang hidangan bersantan berulang berisiko membentuk radikal bebas dan lemak trans berbahaya.
  • Memanaskan masakan bersantan bercampur sayuran hijau secara berulang meningkatkan risiko terbentuknya zat karsinogenik pemicu kanker.
  • Pemanasan aman memerlukan suhu internal minimal 70°C selama dua menit untuk mematikan bakteri dan mencegah keracunan.

SuaraSurakarta.id - Kebiasaan memanaskan kembali hidangan opor, rendang, dan gulai sisa Lebaran ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Di balik kenikmatannya, tersembunyi risiko kesehatan serius mulai dari keracunan, munculnya lemak jahat, hingga zat pemicu kanker jika prosesnya keliru.

Banyak yang mengira masakan bersantan akan semakin lezat jika dipanaskan berulang kali. Namun, Dietisien Yesi Herawati S.Gz M.Kes menegaskan bahwa anggapan tersebut adalah sebuah kekeliruan yang berbahaya.

Menurutnya, meski masakan seperti opor ayam atau rendang masih aman dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, cara penyimpanan dan pemanasan menjadi kunci utamanya.

"Makanan bersantan bila dihangatkan berkali-kali akan menghasilkan radikal bebas dan lemak trans yang berbahaya terhadap kesehatan," kata Yesi kepada ANTARA, Selasa.

Bahaya tidak berhenti di situ. Yesi, yang merupakan dietisien dari Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin Bandung, menyoroti risiko lain yang sering diabaikan.

"Selain itu, juga bisa menyebabkan keracunan makanan jika suhu dan durasi pemanasan tidak tepat. Bakteri dapat berkembang cepat pada suhu antara 4 sampai 60 derajat Celsius," ia menambahkan.

Waspada Zat Pemicu Kanker dari Sayuran Hijau 

Peringatan paling serius datang bagi hidangan bersantan yang dicampur dengan sayuran berwarna hijau, seperti lontong sayur atau gulai daun singkong. Memanaskan masakan jenis ini secara berulang sangat tidak disarankan karena dapat memicu terbentuknya zat karsinogenik.

"Sayuran hijau mengandung nitrat, yang bila dipanaskan berulang akan menghasilkan zat karsinogenik, pemicu kanker," jelas Yesi.

Baca Juga: Tuntas! Jaksa Eksekusi Uang Penggelapan Rp9,7 Miliar di Kasus Pegawai Bank Jateng

Cara Aman Menghangatkan Masakan Lebaran 

Agar sisa hidangan Lebaran tetap nikmat dan aman dikonsumsi, Yesi membagikan panduan teknis yang tepat. Kuncinya adalah memastikan panas terdistribusi merata hingga ke seluruh bagian makanan.

"Pastikan suhu panas terdistribusi merata hingga ke bagian dalam makanan, bukan hanya di permukaan," tegasnya.

Untuk memastikan bakteri mati, ada standar suhu dan waktu yang perlu diperhatikan. "Disarankan memanaskan hingga suhu bagian dalam mencapai minimal 70 derajat Celsius selama dua menit, 75 derajat Celsius selama 30 detik, atau 80 derajat Celsius selama 6 detik," rincinya.

Metode pemanasan pun bisa disesuaikan. Masakan berkuah seperti opor atau gulai bisa direbus kembali hingga mendidih. Sementara makanan kering seperti rendang dapat dihangatkan dengan cara ditumis, dikukus, atau menggunakan oven, microwave, dan air fryer.

Untuk penyimpanan, Yesi menyarankan agar sisa makanan segera dibagi ke dalam wadah-wadah kecil yang tertutup rapat sebelum dimasukkan ke kulkas. Ini mencegah makanan terkontaminasi dan memudahkan saat akan dipanaskan kembali sesuai porsi yang dibutuhkan, tanpa harus mengeluarkan dan memanaskan seluruhnya.

Load More