- Kejari Surakarta menyerahkan barang bukti uang tunai Rp9,74 Miliar kepada Bank Jateng Cabang Wonogiri pada Rabu (4/3/2026).
- Terdakwa AT, pegawai Bank Jateng Cabang Wonogiri, telah divonis hukuman penjara dua tahun enam bulan oleh PN Surakarta.
- Bank Jateng Wonogiri mengapresiasi pengembalian dana dan segera melakukan evaluasi pengawasan internal serta tata kelola keuangan.
SuaraSurakarta.id - Kejari Surakarta menuntaskan penanganan perkara tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang melibatkan pegawai Bank Jateng Cabang Wonogiri.
Dalam penyelesaian kasus tersebut, jaksa eksekutor menyerahkan barang bukti uang tunai senilai Rp9.742.880.000 kepada pihak bank setelah perkara tersebut berkekuatan hukum tetap.
Eksekusi putusan pengadilan ini menyasar terdakwa berinisial AT, seorang pegawai BPD Jateng Cabang Wonogiri. Proses penyerahan uang miliaran rupiah tersebut berlangsung transparan di Kantor Kejari Surakarta, Rabu (4/3/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Surakarta, Supriyanto, menegaskan penyelesaian barang bukti ini merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian proses hukum, mulai dari penyidikan hingga persidangan.
Selain uang tunai hampir Rp10 miliar, jaksa juga menyerahkan aset lain milik terdakwa.
“Kami melaksanakan putusan pengadilan, termasuk penyelesaian barang bukti berupa uang sebesar Rp9.742.880.000. Ada juga mobil, sepeda motor, telepon genggam, serta dokumen pendukung yang semuanya kami kembalikan kepada pemilik sah, yaitu BPD Jateng Cabang Wonogiri,” ujar Supriyanto.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta sebelumnya menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun enam bulan kepada AT.
Meski vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa selama tiga tahun, Supriyanto menyebut proses hukum telah berjalan profesional sesuai prosedur yang berlaku sejak Februari lalu.
Sementara itu, Kepala Bank Jateng Cabang Wonogiri, Mulyanto, mengapresiasi langkah cepat Kejari Solo dalam mengembalikan dana tersebut.
Baca Juga: Diduga Gelapkan Dana Talangan Rp 1,5 Miliar, Direktur IHS Solo Duduk di Kursi Pesakitan
Ia memastikan manajemen Bank Jateng langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal dan tata kelola keuangan pasca-kejadian ini.
“Kami sudah melakukan perbaikan sistem, baik di Wonogiri, Surakarta, maupun kantor pusat. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memperkuat pengamanan dan memastikan dana nasabah tetap aman,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi