- Kecelakaan fatal terjadi Rabu (18 Maret 2026) subuh di Jalan Delanggu–Jelobo, Klaten, menewaskan dua pengendara motor.
- Dua korban meninggal dunia, salah satunya ASN Gorontalo yang hanya terpaut satu kilometer dari rumah tujuan mudiknya.
- Diduga karena mobil Honda Jazz terlalu ke kanan, polisi masih menyelidiki pengemudi mobil yang telah diamankan.
SuaraSurakarta.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Delanggu–Jelobo, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (18 Maret 2026) subuh. Peristiwa tragis ini merenggut dua nyawa sekaligus, termasuk seorang pemudik yang tinggal selangkah lagi sampai di rumah.
Insiden ini kembali menjadi pengingat keras di tengah momen arus mudik Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah. Berikut lima fakta penting yang merangkum kronologi kejadian.
1. Terjadi Saat Subuh, di Jalan Sepi Menjelang Sahur
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 hingga menjelang waktu sahur. Lokasinya berada di ruas Jalan Delanggu–Jelobo yang relatif lengang pada jam tersebut.
Situasi jalan yang sepi sering kali membuat pengendara merasa lebih bebas, bahkan cenderung menurunkan kewaspadaan. Dalam kondisi seperti ini, potensi kecelakaan justru meningkat, terutama jika pengemudi dalam keadaan lelah atau mengantuk.
Saksi di lokasi menyebutkan bahwa saat kejadian berlangsung, tidak banyak kendaraan yang melintas. Bahkan ketika warga tiba di lokasi, korban sudah dalam proses evakuasi menggunakan ambulans.
2. Motor Yamaha Jupiter Dihantam Honda Jazz dari Arah Berlawanan
Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Yamaha Jupiter yang ditumpangi dua orang dan sebuah mobil Honda Jazz berwarna silver.
Motor melaju dari arah Delanggu menuju Jelobo, sedangkan mobil datang dari arah berlawanan. Benturan keras tidak terhindarkan ketika kedua kendaraan bertemu di satu titik.
Baca Juga: Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Informasi di lapangan menyebutkan bahwa mobil diduga masuk terlalu jauh ke jalur lawan. Posisi kendaraan yang tidak pada lajurnya inilah yang menjadi pemicu tabrakan fatal.
Dampak benturan sangat kuat hingga menyebabkan korban terpental dan mengalami luka serius di bagian kepala.
3. Diduga Karena Kurang Konsentrasi, Mobil Masuk Lajur Lawan
Pihak kepolisian menduga penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya konsentrasi dari pengemudi mobil.
Mobil yang dikendarai pria berinisial DY disebut bergerak terlalu ke kanan hingga melewati batas jalur. Dalam kondisi jalan yang sepi, kesalahan kecil seperti ini bisa berujung fatal.
Faktor kelelahan dan kantuk saat berkendara dini hari juga menjadi kemungkinan yang tidak bisa diabaikan. Terlebih, waktu subuh merupakan periode rawan bagi pengendara yang kondisi fisiknya menurun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan