- Usaha tempe Ozy di Sukoharjo mengalami peningkatan produksi dua kali lipat setelah menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pemesanan dari enam dapur MBG per minggu mendorong peningkatan produksi dari satu kuintal menjadi dua kuintal per hari.
- Peningkatan pendapatan memungkinkan Ozy membeli mesin produksi baru serta merekrut karyawan dari warga sekitar.
SuaraSurakarta.id - Aroma khas kedelai rebus sudah mulai tercium sejak pagi di sebuah rumah produksi tempe sederhana di Desa Jatimalang, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kesibukan sudah terlihat bahkan saat kabut masih menyelimuti.
Di tempat inilah Ozy (30) bersama istrinya menjalankan usaha tempe yang kini semakin sibuk sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usaha tempe itu tidak langsung besar seperti sekarang. Ozy bercerita bahwa ia memulainya dari pengalaman bekerja pada orang lain, belajar dari proses produksi hingga pemasaran.
Setelah merasa cukup mengerti, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri bersama sang istri.
“Awalnya cari-cari pengalaman kerja di orang, terus ada modal ya mulai di sini sama istri. Alhamdulillah bisa maju, bisa mengembangkan usaha tempe di sini,” kata Ozy, Sabtu (14/3).
Sebelum permintaan meningkat, produksi tempenya sekitar satu kuintal per hari.
Tempe-tempe tersebut ia pasarkan ke Pasar Tawangsari serta ditawarkan kepada pedagang sayur keliling dan warung-warung makanan di sekitar wilayahnya.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, aktivitas di dapur produksinya terasa jauh lebih ramai. Perubahan itu datang sejak usahanya mulai menyuplai tempe untuk beberapa dapur program MBG di wilayah Sukoharjo.
“Alhamdulillah ada program MBG ini bisa dapat menyuplai sekitar enam dapur,” ujarnya.
Baca Juga: 80 SPPG di Solo Raya Masih Dimonopoli 1 hingga 5 Suplier
Ozy menyebutkan setiap dapur biasanya memesan sekitar 250 hingga 300 potong tempe dalam sekali pengiriman.
Pemesanan dilakukan dua kali dalam seminggu, dengan jadwal pengiriman yang berbeda-beda di setiap dapur.
Permintaan tambahan tersebut membuat produksi tempe Ozy meningkat pesat, bahkan naik hingga dua kali lipat.
“Semenjak ada MBG itu sekarang produksi sekitar dua kuintal per hari, naik 100 persen,” katanya.
Lonjakan produksi itu membawa perubahan nyata bagi usaha kecil yang ia bangun dari nol. Dengan pendapatan yang meningkat, Ozy mulai memperbaiki fasilitas produksi dan menambah peralatan.
Ia bahkan berhasil membeli mesin untuk membantu proses produksi.
Berita Terkait
-
80 SPPG di Solo Raya Masih Dimonopoli 1 hingga 5 Suplier
-
78 SPPG di Solo Raya Terindikasi Langgar Juknis BGN
-
7 Fakta Unik Program Tarawih Berhadiah di Masjid Al Huda Ngruki Sukoharjo
-
Jadwal Azan Magrib dan Buka Puasa Kabupaten Sukoharjo Senin 23 Februari Lengkap dengan Doa
-
Polres Sukoharjo Ringkus Pengedar Sabu di Gatak, Amankan 4,39 Gram Paket Siap Edar
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas
-
NICE Gelar 55 Event, Perkuat Posisi sebagai Destinasi MICE Baru
-
BRI Perkuat Program 3 Juta Rumah, Ribuan Debitur Ikut Akad Massal
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
Menembus Medan Sulit, Mantri BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan di Talaud