- Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar menemui Presiden Jokowi di Solo pada Kamis (12/3/2026) sore.
- Rismon datang untuk menyampaikan permohonan maaf terkait tudingan kasus ijazah palsu kepada Presiden Jokowi.
- Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut bertujuan mengupayakan penyelesaian perkara melalui jalur restorative justice.
SuaraSurakarta.id - Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar tiba-tiba menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (12/3/2026) sore.
Dari pantauan di lapangan, salah satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi ini tiba di kediaman sekitar pukul 17.10 WIB.
Tiba di lokasi, Rismon langsung masuk ke kediaman Jokowi. Rismon menemui Jokowi didampingi Kuasa Hukum Jahmada Girsang.
Kurang lebih 45 menit, Rismon dan kuasa hukumnya bertemu dan berbincang dengan Jokowi di dalam kediaman. Bertemu Jokowi, Rismon membawa oleh-oleh berupa kain Ulos dan makanan.
Riamon mengaku kedatangannya ke sini untuk meminta maaf ke Jokowi terkait kasus ijazah palsu.
"(Menegaskan kedatangan ke sini untuk minta maaf ke Pak Jokowi) Ya tentu. Saya pun minta maaf kepada publik, gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," terangnya saat ditemui, Kamis (12/3/2026).
Rismon menegaskan siap dicaci maki oleh banyak publik dengan keputusannya ini. Karena itu sebagai pertanggungjawaban sebagai peneliti independen.
"Itulah pertanggung jawaban seorang peneliti yang harus independen yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka. Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah seperti saya yang menyajikan buku Jokowi's White Paper, yang saya tantang secara terbuka untuk dikoreksi dan dibentuk dalam buku juga," jelas dia.
"Karena hal itu tidak dilakukan oleh orang lain dan kebetulan saya melanjutkan penelitian saya. Maka saya bertanggung jawab untuk menuliskan itu kembali," lanjutnya.
Baca Juga: Grace Natalie Buka Suara Soal Permintaan Maaf Tersangka Ijazah: Terima, Tapi Hukum Harus Berjalan!
Ketika ditanya soal respon dan reaksi Jokowi, Rismon meminta kuasa hukumnya untuk menyampaikan.
"Jadi tadi yang diterima pertama adalah klien saya Rismon ya, beberapa menit sebelum saya. Pertemuan tadi adalah bersahabat, memang itu tujuan kita," kata Kuasa Hukum Rismon Sianipar, Jahmada Girsang.
Jahmada mengatakan bahwa kedatangannya ke sini bertujuan tentu menyelesaikan perkara ini khususnya Rismon dengan Jokowi. Ini terkait atas laporan Jokowi pada 30 April 2015 lalu.
"Nah, apa syarat-syaratnya oleh sebab itu saya hadir. Saya hadir untuk menjelaskan itu. Sebenarnya semua sudah jelas, cuma apasih syarat mekanisme untuk merestorative justice, harus ada saling memaafkan," papar dia.
Jahmada menambahkan permintaan maaf tentu tadi sudah disampaikan, bahkan sudah dibuat konsep secara tertulis.
"Cuma itu barang kali akan dilanjutkan kembali, hanya untuk administrasinya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan
-
Viral, Mobil Operasional KDMP Digunakan ke Solo Paragon Mall
-
Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026