- Pemkot Solo dan Polresta Solo menyiapkan Safe House 110 untuk memperkuat Gerakan Warga Solo menjaga keamanan wilayah.
- Layanan ini memfasilitasi penanganan korban KDRT, perundungan, dan tindak pidana lainnya dengan cepat oleh pihak berwenang.
- Tempat ibadah dan rumah tokoh masyarakat ditetapkan sebagai titik aman sementara sebelum kepolisian menindaklanjuti laporan.
SuaraSurakarta.id - Pemkot Solo dan Polresta Solo tengah menyiapkan layanan Safe House 110. Program ini bertujuan untuk memperkuat Gerakan Warga Solo (GWS) yang sebelumnya telah hadir menjaga kondusifitas wilayah lewat pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
Pada layanan Safe House 110, pemerintah dan kepolisian akan memberikan fasilitas hingga penanganan bagi masyarakat yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perundungan maupun tindak pidana lainnya.
Sementara itu, Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengatakan jika layanan Safe House 110 juga bertujuan untuk menghubungkan warga dengan kepolisian agar bersinergi menjaga wilayah.
Sehingga ketika ada peristiwa tindak pidana, warga bisa cepat melaporkan ke kepolisian agar segera ditangani.
"Dengan adanya Safe House ini, ketiga pilar ini Linmas, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas bisa dekat dan siap dengan warga. Dan saya berharap warga tidak sungkan melapor dan mengajak untuk terlibat aktif dalam pengamanan kampung," kata Catur, Rabu (11/3/2026).
Sejumlah tempat seperti masjid, gereja maupun tempat ibadah lainnya dan rumah tokoh masyarakat yang bersedia akan menjadi titik aman bagi warga.
Tempat tersebut nantinya akan digunakan sebagai lokasi perlindungan sementara sebelum pihak kepolisian menindaklanjuti aduan tersebut.
"Misal ada kekerasan dalam rumah tangga, korban bisa menyelamatkan diri kemudian menghubungi 110. Dan dari tuan rumah Safe House bisa berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk bisa segera ditindaklanjuti. Jadi ini melibatkan early warning sistem yang ada di wilayah," tambah Wali Kota Solo, Respati Ardi.
Respati berharap dengan adanya layanan ini, kondusifitas dan keamanan di setiap wilayah bisa terjaga. Sistem keamanan lingkungan berbasis penguatan tiga pilar yakni Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas pun bisa terus dilakukan.
Baca Juga: Respati Ardi Pastikan Disnaker Solo Buka Posko Aduan THR, Ini Alurnya
“Dan saya harap Linmas dan dari Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa bisa terus memonitor untuk tetap terkoneksi dengan warga. Serta saya mendorong agar Siskamling, Pagar Mangkok bisa dihidupkan kembali,” bebernya.
Respati juga meminta agar masyarakat dapat terlibat aktif dalam pengamanan kampungnya sendiri. Ia juga mendorong agar kepedulian antar warga terus ditingkatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Viral di Medsos, Terduga Pelaku Aksi Pocong di Jebres Diamankan Polresta Solo
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
Potensi Bentrokan, Kubu PB XIV Purboyo Minta Tak Ada Acara Tandingan Kirab Pusaka Malam 1 Suro
-
Ketua Komjak RI Pujiyono Suwadi Ajak Anak Muda Jadi Bagian dari Solusi, Bukan Sekedar Mengkritik
-
Berdampingan dengan Baliho PB XIV, Kemunculan Fadli Zon di Gladak Jadi Sorotan