- Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta, LDA dan PB XIV Purboyo, menggelar kirab malam selikuran pada Senin, 9 Maret 2026.
- Masing-masing kubu melaksanakan kirab dengan rute berbeda; LDA menuju Masjid Agung dan PB XIV menuju Taman Sriwedari.
- Kirab melibatkan ratusan abdi dalem membawa lampion dan tumpeng sewu untuk dibagikan sebagai bagian syiar Islam.
SuaraSurakarta.id - Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta, yakni Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV Purboyo sama-sama mengelar kirab malam selikuran, Senin (9/3/2026) malam.
Meski digelar bersamaan, namun untuk rute kirab berbeda. Untuk kubu LDA dari Bangsal Marakata menuju Masjid Agung Surakarta, tapi terlebih dahulu mengelilingi Baluwarti selanjutnya melewati jalan supit urang ke Masjid Agung.
Sedangkan untuk kubu PB XIV Purboyo dari Pagelaran menuju Taman Sriwedari dengan melintasi Jalan Slamet Riyadi.
Meski cuaca sempat gerimis namun itu tidak menyurutkan ratusan abdi dalem itu kirab. Acara sendiri berlangsung dengan lancar dan khidmat
Dari pantauan di lapangan, rombongan dua kubu sama-sama memakai beskap berwana putih dipadukan dengan jarik berwarna Coklat.
Tidak hanya itu mereka juga membawa thing-thing hik atau lampion warna-warni yang dibawa oleh para Senthana, serta obor.
Ada juga tumpeng sewu yang dibawa dalam delapan ancak atau wadah khusus. Kirab malam selikuran dipimpin prajurit keraton.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi mengatakan Malam Selikuran dimulai dari Kori Kamandungan ke Masjid Agung.
"Kalau kami seperti tahun yang lalu juga kan, dari sini keluar muter Baluwarti terus ke Masjid Agung, seperti itu," terangnya, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Soal Dana Hibah Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Siap Diaudit BPK
Eddy mengatakan kalau di keraton itu menggunakan penanggalan Sultan Agung. Sehingga hari ini sudah puasa ke 20 dan masum malam 21.
"Ini hal biasa dan tidak ada masalah. Jadi keraton itu memakai penanggalan Sultan Agung," kata dia.
Menurutnya momen ini banyak orang itu menyebut sebagai malam seribu bintang. Pihaknya berharap dalam menjalankan ibadah ini bisa mendapatkan ketemu lailatul qadar.
"Itu juga yang kita harapkan untuk masyarakat dalam menjalankan ibadah Bulan Ramadhan ini," ujarnya.
Dalam kirab malam selikuran ini, para abdi maupun sentono dalem membawa thing-thing hik atau lampion warna-warni. Lalu ada juga tumpeng sewu yang dibawa dalam delapan ancak atau wadah khusus.
Tumpeng itu kemudian dibagikan ke masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK