- Gubernur dan Wagub Jateng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin telah merealisasikan berbagai program pembangunan selama setahun memimpin.
- Di bawah kepemimpinan mereka, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 persen, melampaui rata-rata nasional pada 2025.
- Kritik terhadap kinerja dianggap wajar, namun Budiyanto menekankan perlunya objektivitas berdasarkan data pencapaian pemerintah.
SuaraSurakarta.id - Genap setahun Ahmad Luthfi dan Tak Yasin memimpin Jawa Tengah (Jateng) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Sejumlah pencapaian pun telah diraih oleh keduanya selama memimpin Jateng.
Sejumlah program pun telah berhasil dilaksanakan oleh Ahmad Luthfi dan Taj Yasin selama setahun terakhir seperti 17.510 unit RTLH telah ditangani, perbaikan jalan antar kota sepanjang 2.362 kilometer (km), akses air bersih (desalinasi) di daerah-daerah pesisir, pemberian beasiswa warga miskin sebanyak 15.000 orang, dan penyaluran beasiswa dalam bentuk sekolah kemitraan kepada 2.300 siswa melalui kartu Zilenial.
Selain itu, capaian lain juga berhasil diraih Ahmad Luthfi dan Taj Yasin dalam bidang kesehatan dengan peluncuran program Speling atau layanan doktor spesialis keliling yang menjangkau lebih dari 88 ribu warga dari pelosok desa, dan ada lagi capaian-capaian line seperti di bidang pertanian, hingga transportasi umum.
Meski capaian tersebut tercatat dalam data pemerintah provinsi, agaknya masih ada yang memandang miring apa yang telah dilakukan oleh pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin di Jateng setahun terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinagoro menyebut hal itu lumrah dialami oleh pejabat publik.
Lebih lanjut, Budiyanto menyebut kritikan memang perlu disampaikan apalagi terhadap pemimpin yang saat ini memimpin.
"Ya kritikan kepada pejabat publik atau pemimpin daerah seperti Pak Ahmad Luthfi dan Taj Yasin itu wajar dan bahkan harus kalau menurut saya. Tapi ingat, kritikan yang disampaikan ya harus objektif sesuai data yang ada," ungkap Budiyanto, Minggu (22/2/2026).
Menurut Budiyanto, perkembangan Jateng terbilang cukup cepat di bawah kepemimpinan dua sosok tersebut.
"Menilik dari data yang saya dapat, pertumbuhan ekonomi Jateng naik 5,37 persen di tahun 2025 melampaui rata-rata nasional itu juga tidak boleh dikesampingkan. Ada juga suntikan investasi yang mencapai Rp 88,5 triliun di tahun lalu. Penyerapan tenaga kerja pun menurut data yang saya peroleh juga progresnya positif sampai 400-an ribu," lanjutnya.
Baca Juga: Transaksi Soloraya Great Sale Tembus Rp 10,7 Triliun, Ini Kata Gubernur Jateng
"Capaian-capaian itu harusnya perlu dijaga selain oleh kedua sosok pemimpin Jateng itu maupun masyarakat luas. Bukan apa-apa, tapi paling tidak kritik atau saran atas kinerja pemimpin daerah itu sebagai pemicu kenaikan capaian-capaian kinerja," tegasnya.
Budiyanto juga menyoroti mengenai angka kemiskinan di Jateng selama di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Menurutnya penurunan angka kemiskinan memang sudah cukup baik. Dan tren positif tersebut seharusnya bisa dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.
"Angka kemiskinan juga saya lihat menurut signifikan, oleh karena itu program yang telah dijalankan harus bisa semakin menekan angka kemiskinan," kata dia.
Disinggung terkait sorotan tajam terhadap pemerintah Jateng di sektor pajak seperti adanya tambahan opsen di Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Budiyanto meyakini bahwa aturan tersebut perlu dikawal bersama.
Dalam hal pembangunan, menurut Budiyanto salah satunya dimotori oleh anggaran. Dan salah satu anggaran yang digunakan untuk pembangunan di Jateng diserap melalui penambahan opsen PKB.
"Opsen PKB itu kan masuknya ke pendapatan daerah. Dan pastinya serapannya akan digunakan untuk pembangunan. Jadi ya jangan nyinyir dulu, kita harus objektif melihat dari berbagai sisi. Pembangunan kan butuh anggaran," sebutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!
-
Melihat Batik 'Rona Nusantara' Karya Syarif Abdillah, Siswa SMA Muhammadiyah 6 Surakarta
-
Bawaslu Solo Buka Suara Soal Ijazah Gibran di Pilkada 2020
-
Soal Ijazah Gibran, KPU Solo Tegaskan Sudah Lakukan Verifikasi Secara Faktual