- Polres Wonogiri menetapkan seorang anak berinisial R (11), teman sekelas korban DRP (11), sebagai pelaku utama kematian santri tersebut.
- Insiden tragis terjadi pada 14 Februari 2026 di kelas akibat pertengkaran saling ejek yang meningkat menjadi kekerasan fisik.
- Korban meninggal setelah dijegal, kepalanya membentur lantai, lalu ditindih, dan ditemukan kejanggalan darah sebelum diotopsi.
Peristiwa tersebut terjadi di dalam kelas dan disaksikan oleh beberapa siswa lain yang berada di lokasi.
Situasi yang awalnya hanya berupa pertengkaran verbal berubah menjadi insiden kekerasan fisik.
Benturan keras yang dialami korban menjadi awal dari kondisi medis yang kemudian berujung kematian.
4. Pelaku Menindih dan Mendorong Leher Korban
Setelah korban terjatuh dan berada dalam posisi terduduk, pelaku tidak berhenti. Pelaku kemudian menindih tubuh korban dan memegang leher korban.
Pelaku juga mendorong korban dalam posisi yang berpotensi membahayakan.
Beberapa siswa yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berusaha melerai pertengkaran. Namun tindakan kekerasan telah terjadi dan menyebabkan dampak serius pada korban.
"Kekerasan itu mengakibatkan luka yang cukup fatal," jelas Kasatreskrim.
Polisi menyatakan bahwa tindakan tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama kematian korban.
Baca Juga: Wonogiri Heboh Kasus Pembunuhan Lagi, Kini Wanita Paruh Baya Diduga Dihabisi Anak Kandung
5. Korban Mengeluh Pusing dan Muntah Sebelum Meninggal Dunia
Setelah kejadian, korban mulai menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Korban mengeluh pusing dan muntah sebanyak tiga kali.
Pihak pondok pesantren kemudian membawa korban ke klinik untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun kondisi korban terus memburuk. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sayangnya, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Meninggal dalam perjalanan, sampai rumah sakit sudah meninggal dunia," terang IPTU Agung Sedewo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jokowi Siap Keliling Indonesia, Ini Daerah yang akan Dikunjungi Pertama
-
Tayang Serentak 25 Juni, Film Drama Keluarga 'Jangan Buang Ibu' Sambangi Kota Solo
-
Ada Charly Van Houten! CFD Gatsu Ngarsopuro Solo Pecah Dipadati Ribuan Anak Muda
-
Keluh Kesah Perajin Tahu Imbas Dolar, Bahan Baku Terus Naik hingga Takut Mengurangi Ukuran Tahu
-
PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar