- Pengelolaan sampah TPA Putri Cempo membaik setelah enam alat berat bantuan berbagai pihak mulai beroperasi optimal.
- Wali Kota Solo meninjau langsung pada Selasa (10/2/2026) dan menambah alat berat untuk mengurai antrean panjang.
- Warga Solo diimbau memilah sampah karena mesin RDF sering rusak akibat sampah rumah tangga yang masih tercampur.
SuaraSurakarta.id - Penanganan sampah di TPA Putri Cempo sudah berjalan lancar usai enam alat berat yang dikerahkan berjalan optimal.
Antrean truk sampah yang sempat memanjang kini juga telah terurai.
Kepala UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edy Suparmanto menjelaskan, faktor yang menjadi penyebab pengelolaan sampah terkendala sudah teratasi. Kini pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo mulai normal kembali.
“Alhamdulillah pada Selasa kemarin kita mendapatkan bantuan alat berat dari Balai Besar Bengawan Solo dan dari DPU Kota Surakarta dan satu alat sewa. Kimi terjadi peningkatan yang cukup signifikan sehingga antrean bisa lebih terurai,” ujarnya saat ditemui di TPA Putri Cempo, Kamis (12/2/2026).
Pihaknya juga mendapatkan bantuan alat berat dari BPBD Boyolali. Penambahan armada ini tentunya sangat membantu pengelolaan sampah khususnya dapat membuka jalur secara luas dan maksimal.
“Ada dua eskavator yang bisa membantu kita menangani area dumping di blok D sehingga mempercepat antrean. Dan antrean tidak kembali memanjang mungkin terjadi di pagi hari ketika penumpukan armada datang, tapi ketika siang hari antrean berada di kisaran 200 meter dekat dengan area timbangan yang itu sudah menjdi kenormalan di hari biasa,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, Respati Ardi turun langsung menangani persoalan sampah di TPA Putri Cempo, Selasa (10/2/20206). Kunjungan ini untuk meninjau permasalahan pengelolaan sampah yang membuat antrean truk sampah mengular. Dirinya kemudian menambah sejumlah alat berat agar sampah yang masuk bisa segera ditangani dengan maksimal.
“Saya ditemani pak Dandim dan pak Wakapolresta dan dari rekan DLH kami mengunjungi langsung permasalahan yang ada. Terkait jalur masuk dari mobil-mobil pengangkut sampah, kita sediakan ada tiga eskafator dan ada beberapa doser. Yang harus kita selesaikan untuk pembukaan jalur kembali. Dan kita akan lakukan pendalaman untuk cut and fill penataan blok D dan beberapa blok di Putri Cempo,” terangnya.
Lebih lanjut, Respati mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa mengelola sampahnya dengan baik. Mengingat mesin pengelolaan melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dari PLTSa sering rusak akibat limbah rumah tangga membuat penanganan sampah terganggu.
Baca Juga: Tekan Inflasi Saat Ramadan-Lebaran, Respati Ardi Monitoring Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok
“Dan permasalahan utama juga, tadi kita lihat mesin pemilah sampah yang sering rusak karena sampah masih tercampur. Sehingga kami mengajak seluruh warga Kota Solo untuk dapat memilah sampah. Lalu nanti akan kita sosialisasikan segera di RT RW untuk pemilahan sampah mulai dari rumah-rumah karena permasalahan ini permasalahan bersama,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Duh! Viral Warung Bakso di Klaten Kenakan Tarif AC ke Pembeli
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun
-
Perkuat Wawasan Industri, Sekolah Vokasi UNS Undang Mohammed Aden Suryana Jadi Dosen Tamu