- Serangan satwa diduga macan tutul terjadi di Desa Beruk, Jatiyoso, Senin dini hari (10/2/2026), memangsa dua ekor kambing warga.
- Polres Karanganyar bersama instansi terkait segera mengecek lokasi dan berkoordinasi mengantisipasi potensi serangan satwa liar lanjutan.
- Polres mengimbau warga waspada, memperkuat kandang, menambah penerangan, serta mengaktifkan ronda malam untuk mencegah serangan kembali.
SuaraSurakarta.id - Polres Karanganyar melalui Polsek Jatiyoso bersama anggota Koramil Jatiyoso, relawan Jatiyoso, relawan Desa Beruk, serta perangkat desa setempat langsung melakukan pengecekan lokasi serangan macan tutul.
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Pondok, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, sempat digegerkan dengan serangan satwa liar yang diduga macan tutul dari kawasan Gunung Lawu.
Serangan itu terjadi Senin (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dengan dua ekor kambing milik warga dilaporkan menjadi korban.
Satu kambing milik Warini (60) ditemukan dalam kondisi habis dimangsa. Sementara satu kambing lainnya mati dengan luka gigitan di bagian leher dan tidak dimakan hingga habis. Diduga, satwa tersebut telah kenyang saat meninggalkan lokasi.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kejadian serupa.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan waspada, terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan lereng Gunung Lawu," kata AKBP Arman Sahti melansir Jatengnews.id--jaringan Suara.com, Kamis (12/2/2026).
Ia menambahkan, warga diminta memperkuat kandang ternak dengan pagar yang lebih tinggi, menambah penerangan di sekitar kandang, serta mengaktifkan kembali ronda malam.
"Warga di sekitar lokasi juga kami sarankan membuat api unggun agar satwa liar tidak mendekat ke permukiman," tegasnya.
Diketahui, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2020, ketika macan tutul juga memangsa ternak kambing milik warga di wilayah tersebut. Aparat mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika kembali menemukan tanda-tanda kemunculan satwa liar.
Baca Juga: Perjuangan Ibu Balita Pengidap Penyakit Langka di Karanganyar, Bertahan Hidup dari Live TikTok
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
Terkini
-
Respons Serangan Macan Tutul, Polsek Jatiyoso dan Tim Gabungan Sisir Lokasi Kejadian
-
Warga Jatiyoso Karanganyar Diteror Macan Tutul, Enam Kambing Habis Dimangsa
-
Enam Alat Berat Bekerja Optimal, Penanganan Sampah TPA Putri Cempo Mulai Lancar
-
7 Kafe dan Restoran Terbaik di Solo untuk Momen Romantis Valentine, Bersama Pasangan dan Keluarga
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi