- Logo Hari Jadi Kota Solo ke-281 bermakna "Berbudaya, Pradaya, Sejahtera", hasil karya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
- Peluncuran logo dan penandatanganan MoU ISI Surakarta-Pemkot Solo terjadi di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu (8/2/2026).
- Kerja sama ini bertujuan menghindari subjektivitas politik sekaligus mengembangkan pendidikan dan kebudayaan kota.
SuaraSurakarta.id - Logo Hari Jadi Kota Solo ke-281 resmi. Logo bermakna “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera” ini merupakan hasil karya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Launching logo sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara ISI Surakarta dan Pemkot Solo berlangsung di Pendopo GPH Joyokusumo, Minggu malam (8/2/2026).
Kegiatan diawali dengan pertunjukan tari Perang Kembang oleh mahasiswa ISI Surakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan tarian yang menampilkan identitas lambang Hari Jadi Solo ke-281. Para penari mengenakan busana biru-kuning yang dimaknai sebagai simbol kepercayaan dan harapan.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, logo tersebut merepresentasikan identitas dan semangat Kota Solo. Logo juga menggambarkan Surakarta sebagai kota budaya yang tetap dinamis, inovatif, dan maju, sekaligus mencerminkan komitmen Pemkot Surakarta dalam menjalankan visi-misi pembangunan daerah.
“Launching logo kali ini dalam rangka hari ulang tahun Kota Solo ke-281. Ini momentum awal kita serahkan untuk bekerja sama, komitmen Pemerintah Kota Surakarta dengan ISI Surakarta. Filosofi dan desain itu diproduksi, diciptakan oleh teman-teman dari ISI Surakarta,” kata Respati.
Respati menjelaskan, kerja sama pembuatan logo dengan ISI Surakarta dilakukan untuk menghindari kepentingan politik maupun subjektivitas pribadi kepala daerah.
“Dalam pembuatan logo seperti ini selalu ada unsur subyektifitas. Jadi Fokusnya adalah untuk menghindarkan subjektivitas politik, subjektivitas pemimpin. Jadi kita menghormati antar institusi, Pemerintah Kota Surakarta dengan ISI Surakarta,” ujarnya.
Menurut Respati, keterlibatan akademisi dalam pembuatan logo bukan hanya soal simbol, melainkan bagian dari komitmen Pemkot Surakarta dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada ISI Surakarta atas penyelenggaraan launching logo yang dinilai berjalan baik dan penuh makna.
“Dalam MoU ini tidak hanya serta-merta jadi logo saja, tapi untuk pengembangan budaya di pendidikan-pendidikannya. Saya mengapresiasi sekali, terima kasih kepada ISI Surakarta untuk menjadi mitra dalam pengembangan budaya Kota Surakarta,” paparnya.
Baca Juga: Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
Respati berharap, Hari Jadi Solo ke-281 menjadi simbol dan semangat baru, energi kebersamaan, dan optimisme dalam mewujudkan Kota Bengawan yang semakin maju, berdaya saing, serta tetap berkarakter budaya.
Sementara itu, Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Wali Kota Solo yang melibatkan ISI dalam pembuatan logo Hari Jadi Solo ke-281.
Logo bertajuk “Berbudaya, Pradaya, Sejahtera” memiliki makna tersendiri. Berbudaya mencerminkan identitas Kota Solo, Pradaya berarti berdaya atau aksi, dan Sejahtera menggambarkan tujuan baik bagi Surakarta.
“Kita mencoba meramu antara identitas, kemudian aksinya dalam bentuk Pradaya, lalu goals-nya seperti apa yang terangkum dalam logo ini. Warna kita buat secerah mungkin, se-happy mungkin. Tetap ada akar tradisi yang kuat di bawah, terepresentasi dalam simbol-simbol visual,” jelasnya.
Dalam logo tersebut terdapat corak Rojomolo, Batik Parang, Batik Kawung, serta Keris. Seluruh simbol dikemas dalam bentuk yang lebih kekinian.
“Kita menghadirkan metrik digital di situ, yang kita kemas dalam bentuk Batik Kawung digital yang kecil-kecil. Filosofinya, teknologi itu tidak akan mematikan budaya, tetapi akan meramu untuk menjadi sesuatu yang lebih indah ke depannya,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Gandeng ISI Surakarta, Pemkot Solo Pastikan Logo Hari Jadi ke-281 Bebas Subjektivitas
-
Kunci Jawaban Sosiologi Kelas 11 Halaman 105-106 Kurikulum Merdeka: Aktivitas Bab 3 Konflik Sosial
-
Gelar Seleksi Pemain, Maestro Solo Bakal Ikuti Pro Futsal League 2 2026
-
Pimpin Kurvei Pasar Gedhe dan Kalipepe, Respati Ardi Soroti Buruknya Manajemen Sampah
-
Alasan Gusti Moeng Dukung PB XIV Hangabehi, Singgung Jadi Permaisuri Harus Memiliki Syarat Khusus