- Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menilai kiriman bunga Gibran kepada Megawati adalah sikap politik bermakna.
- Menurut Andy, gestur tersebut menunjukkan penghormatan, kerendahan hati, dan etika dalam berpolitik di tengah perbedaan.
- Tindakan Gibran tersebut menjadi simbol persaudaraan dan pentingnya menjaga hubungan kemanusiaan di dunia politik.
SuaraSurakarta.id - Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menilai pengiriman bunga ulang tahun dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kepada Ketua Umum PDI-Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri sebagai sikap politik yang sarat makna.
Andy menyebut, tindakan Gibran tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Megawati sebagai tokoh bangsa, sekaligus mencerminkan etika dalam berpolitik.
"Mengirimkan bunga kepada Megawati adalah bentuk rasa hormat dari Gibran kepada Ibu Megawati. Memperlihatkan sikap rendah hati dan fairness dalam berpolitik," ujar Andy saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).
Menurut Andy, gestur tersebut juga menjadi pesan penting di tengah dinamika politik nasional yang kerap diwarnai perbedaan tajam. Ia menilai, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak memutus hubungan antarmanusia.
"Kita harus mulai dewasa dalam berpolitik, perbedaan politik tidak boleh memutus tali silaturahmi," kata Andy.
Ia menambahkan, dari sikap yang ditunjukkan Gibran, publik dapat belajar bahwa nilai kemanusiaan dan sikap saling menghormati harus tetap dijaga, apa pun konteks politik yang melatarbelakanginya.
"Dari Mas Gibran kita belajar bahwa hubungan kemanusiaan, sikap respek, adalah sesuatu yang penting dan tidak boleh hilang karena urusan politik," ucap Andy.
Andy menilai, bunga ulang tahun yang dikirimkan Gibran tidak sekadar ucapan personal, tetapi memiliki pesan politik yang lebih luas. Menurutnya, simbol tersebut menunjukkan semangat persaudaraan di tengah perbedaan.
"Bunga ulangtahun dari Mas Gibran kepada Ibu Mega adalah simbol politik persaudaraan, politik persahabatan," ujarnya.
Baca Juga: Grace Natalie Buka Suara Soal Permintaan Maaf Tersangka Ijazah: Terima, Tapi Hukum Harus Berjalan!
Ia juga menegaskan bahwa gestur tersebut mencerminkan sikap politik yang jauh dari konflik dan sentimen personal. Andy menyebut tidak ada ruang bagi kebencian dalam praktik politik yang sehat.
Lebih lanjut, Andy menilai contoh seperti ini penting untuk ditunjukkan kepada publik, terutama generasi muda, agar politik tidak selalu dimaknai sebagai arena permusuhan.
"Tidak ada kebencian dan dendam," pungkas Andy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Bisa Beli Motor Berkat Dapur MBG, Penyandang Disabilitas Ini Berdoa Kelak Ketemu Prabowo
-
Kisah Rohmat: Penyandang Disabilitas yang Menemukan Harapan Baru di Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Berkah Makan Bergizi Gratis: Produksi Tempe Ozy di Sukoharjo Melejit 100 Persen
-
Pengacara Penggugat Ijazah Jokowi Ungkap Alasan Rismon Berbelok, Sudah Habiskan Uang Rp600 Juta?
-
Jokowi Tegaskan Maafkan Rismon, Soal Restorative Justice Diserahkan ke Kuasa Hukumnya