- Seorang penyandang disabilitas, Ari menceritakan manfaat program MBG.
- Berkat program MBG tersebut, Ari (28) bisa mempunyai sepeda motor.
- Dia pun berharap bisa bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.
SuaraSurakarta.id - Pagi di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, biasanya dimulai dengan sederhana bagi Ari (28).
Ia menyapu rumah, memberi makan sapi dan kambing, lalu memastikan ternak-ternak tersebut mendapat cukup air minum. Rutinitas itu telah ia jalani selama bertahun-tahun.
Ari merupakan penyandang disabilitas sejak lahir. Meski demikian, ia tetap menjalani kehidupan seperti kebanyakan warga desa lainnya, membantu keluarga dan mengerjakan berbagai hal yang bisa ia lakukan di rumah.
Sebelum memiliki pekerjaan tetap, Ari sempat bekerja di sebuah pabrik garmen. Namun, pekerjaan tersebut tidak bertahan lama. Setelah berhenti, ia kembali ke rumah dan membantu keluarga bertani serta merawat ternak.
"Saya biasanya di rumah, menyapu, memberi makan sapi dan kambing, memberi minum, bersih-bersih rumah," kata Ari, Sabtu (14/3/2026).
Sapi yang ia rawat bahkan bukan miliknya sendiri, melainkan titipan orang lain yang ia pelihara dengan penuh tanggung jawab.
Namun, hidup Ari mulai berubah sekitar tiga bulan lalu ketika ia mendapat kesempatan bekerja di dapur SPPG Grajegan yang dikelola Yayasan Permata Mitra Keluarga di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Di dapur tersebut, Ari bekerja sebagai pencuci ompreng, yakni wadah makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi Ari, pekerjaan itu bukan sekadar mencari nafkah.
Di sana, ia juga menemukan sesuatu yang lebih berharga, yaitu penerimaan dari sesama pekerja di dapur tersebut.
"Senang dapat teman-teman yang baik juga. Banyak bercandanya dan bisa menerima saya sebagai bagian pencuci ompreng," ujarnya.
Suasana kerja yang hangat membuat Ari merasa menjadi bagian dari tim. Ia tidak lagi hanya berada di rumah, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat bagi banyak orang.
Dari pekerjaan itu pula, Ari akhirnya bisa mewujudkan sesuatu yang sempat ia impikan.
"Alhamdulillah bisa kredit motor buat kerja juga. Sebelumnya punya motor, tapi terjual untuk menutup utang," katanya.
Motor baru itu bukan sekadar kendaraan bagi Ari. Bagi dirinya, motor tersebut menjadi simbol bahwa kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya
-
Mantan PMI Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon hingga Jantung Kota Taipei