Budi Arista Romadhoni
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:53 WIB
Ilustrasi belajar di salah satu sekolah. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Siswa kelas 8 Kurikulum Merdeka menganalisis teks di halaman 124 untuk mengidentifikasi gagasan pokok dan struktur penyajian.
  • Proses memahami kunci jawaban halaman 124 berfungsi menguatkan konsep analisis teks dan mengembangkan pemikiran kritis siswa.
  • Artikel tersebut menyajikan rincian kunci jawaban Tabel 4.3 tentang penokohan cerita "Parki dan Alergi Telur" beserta peranannya.

Misalnya, jika ada pertanyaan mengenai "mengapa penulis memilih judul tersebut?", siswa diajak untuk berpikir tentang relevansi judul dengan isi teks secara keseluruhan. Ini melatih kemampuan inferensi dan penalaran mereka.

Manfaat Mempelajari Kunci Jawaban Halaman 124

Mempelajari kunci jawaban halaman 124 Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum Merdeka memiliki beberapa manfaat:

1. Memperkuat Pemahaman Konsep: Siswa dapat memastikan bahwa mereka telah memahami konsep-konsep dasar dalam analisis teks, seperti gagasan pokok, kalimat utama, dan kalimat penjelas.
2. Meningkatkan Kemampuan Analisis: Latihan ini mengasah kemampuan siswa dalam memecah teks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menganalisis setiap bagian untuk menemukan informasi penting.
3. Persiapan Ujian: Kunci jawaban ini dapat menjadi alat efektif untuk persiapan ujian, membantu siswa mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
4. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Dengan membandingkan jawaban mereka dengan kunci jawaban, siswa belajar untuk mengevaluasi pemikiran mereka sendiri dan mencari solusi terbaik.

Dengan demikian, kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 halaman 124 Kurikulum Merdeka bukan sekadar deretan jawaban, melainkan sebuah instrumen pembelajaran yang komprehensif untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan berpikir kritis siswa.

Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 8 halaman 124 Tabel 4.3 Penokohan Cerita “Parki dan Alergi Telur”

1. Parki

  • Identitas diri
    Nama: Parki
    Jenis kelamin: Laki-laki
    Status: Anak sekolah
    Perkiraan kelas: Kelas 5 SD
    Perkiraan usia: 11–12 tahun
    Peran dalam cerita: Tokoh utama yang mengalami alergi telur
    Dapat ditemukan pada paragraf: 3, 25, dan 32

Latar belakang/alasan bertindak
Parki sering diberi telur oleh ibunya karena dianggap makanan bergizi, tetapi ia merasa bosan dan akhirnya mengalami alergi telur yang membuat matanya bengkak.

Sifat atau karakter tokoh
Parki anak yang patuh kepada orang tua, meskipun sebenarnya ia bosan makan telur. Ia juga jujur dan tidak banyak membantah ketika diperiksa dokter.

Baca Juga: Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut

2. Ibu Parki

  • Identitas diri
    Nama: Ibu Parki
    Jenis kelamin: Perempuan
    Status: Ibu rumah tangga
    Perkiraan usia: 34-36 tahun
    Peran dalam cerita: Ibu Parki yang sangat memperhatikan gizi anaknya
    Dapat ditemukan pada paragraf: 1,5, 8, dan 9

Latar belakang/alasan bertindak
Ibu selalu menyuruh Parki makan telur setiap hari karena percaya telur membuat anak tumbuh sehat dan kuat.

Sifat atau karakter tokoh
Ibu penyayang, perhatian, tetapi cenderung cemas dan panik ketika melihat Parki sakit. Ia juga keras kepala karena terlalu yakin dengan pendapatnya sendiri

3. Ayah Parki

  • Identitas diri
    Nama: Ayah Parki
    Jenis kelamin: Laki-laki
    Status: Ayah Parki
    Perkiraan usia: 37-39 tahun
    Peran dalam cerita: Orang tua yang bersikap tenang dan rasional
    Dapat ditemukan pada paragraf: 10, 14, 15, dan 18

Latar belakang/alasan bertindak
Ayah ingin Parki sehat, tetapi lebih tenang dan logis dalam menghadapi masalah kesehatan anaknya

Sifat atau karakter tokoh
Ayah bersikap tenang, rasional, dan bijaksana. Ia tidak mudah panik dan mampu menenangkan Ibu saat situasi genting.

Load More