Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:27 WIB
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjamu Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Jumat (16/1/2026). [Dok Pemkot Solo]
Baca 10 detik
  • Wali Kota Solo menjamu Wakil Wali Kota Bogor di Loji Gandrung pada 16 Januari 2026, membahas peningkatan kesejahteraan kota.
  • Respati ingin menduplikasi program Jumat bersih Bogor untuk meningkatkan kebersihan dan keasrian Kota Solo melalui partisipasi warga.
  • Jenal Mutaqin mengapresiasi program Rumah Siap Kerja Solo dan melihat potensi kolaborasi strategis antara kedua kota tersebut.

SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjamu Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di rumah dinasnya, Loji Gandrung, Jumat (16/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Respati menyuguhkan kuliner khas Kota Bengawan, seperti tahok, sosis Solo, dan srabi juruh.

Usai menyantap hidangan, Respati dan Jenal membahas berbagai upaya strategis dalam mewujudkan kota yang sejahtera.

Dialog tersebut difokuskan pada pertukaran gagasan untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan perkotaan.

Respati mengakui Kota Bogor dikenal sebagai daerah yang sejuk dan asri. Selain itu, Kota Bogor juga populer dengan wilayahnya yang bersih dan terawat.

“Saya ingin Solo bisa seperti Kota Bogor yang terkenal dengan keasriannya. Tadi saya juga berbagi ide dengan Mas Jenal, bahwa di Bogor setiap hari Jumat seluruh elemen mengajak warga dan pegawai untuk melakukan kegiatan bersih-bersih,” tuturnya.

Hal tersebut menjadi pemicu bagi Respati untuk menerapkan kegiatan serupa di Kota Solo. Ia ingin mengupayakan kebersihan Kota Bengawan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Ini akan kita duplikasi di Solo agar Kota Solo bisa semakin berseri, bersih, sehat, rapi, dan indah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan.

Baca Juga: Tak Lagi Menjabat Petugas Partai, FX Rudyatmo Pilih Kembali Jadi Tukang Las

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal untuk membuka peluang kerja sama antardaerah.

Menurutnya, Kota Solo dan Kota Bogor memiliki banyak kemiripan, baik dari segi wilayah maupun jumlah penduduk. Banyak ide yang muncul dalam diskusi tersebut, dan ia berharap ke depan ada kesempatan kolaborasi untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Membangun wilayah kita memang tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus merangkul semua pihak, seluruh pemangku kepentingan, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kota yang kita cintai,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi sejumlah program Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, terutama program Rumah Siap Kerja (RSK).

Program tersebut dinilai mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan karena pemerintah hadir memberikan pelatihan hingga penempatan kerja.

“Mas Wali dengan berbagai programnya tadi saya cukup mengapresiasi. Salah satunya Rumah Siap Kerja yang dirancang untuk mengakomodasi masyarakat yang belum bekerja, kemudian disalurkan menjadi tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini menarik dan sangat bagus untuk diadopsi di Bogor, yang sebenarnya sudah memiliki balai pelatihan kerja, tetapi belum bekerja sama dengan LPK,” tandasnya.

Load More