- AdaKami melalui inisiatif Tech for Indonesia bermitra dengan UNS mengadakan kompetisi karya tulis ilmiah FutureFin.
- Kompetisi ini mendorong mahasiswa mengembangkan ide fintech pinjaman daring yang aman dan bertanggung jawab mulai Maret 2026.
- Acara pembukaan dihadiri OJK Solo, bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa tentang tata kelola industri keuangan digital.
SuaraSurakarta.id - PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) memperkenalkan inisiatif Tech for Indonesia dengan menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS).
Program perdana bertajuk FutureFin merupakan kompetisi karya tulis ilmiah yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan financial technology (fintech) terutama pinjaman daring (pindar) yang aman, bertanggung jawab, dan berdampak bagi masyarakat.
"Tech for Indonesia merupakan komitmen AdaKami untuk menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, khususnya generasi muda. Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat di dalamnya, serta pentingnya membedakan layanan yang legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan," kata Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy di Kampus UNS, Selasa (3/3/2026).
Acara pembukaan FutureFin turut dihadiri oleh perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai pengembangan dan tata kelola industri keuangan digital.
Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS atas komitmennya dalam mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan melalui kegiatan edukasi tersebut.
Tidak lupa pihaknya juga mengapresiasi kepada fintech AdaKami atas kontribusinya dalam menjalankan program edukasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan peserta mahasiswa agar bijak mengelola
keuangannya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, meningkatkan kesadaran akan pelindungan konsumen, serta mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas dan berintegritas.
"Tentunya OJK sebagai regulator industri jasa keuangan akan terus memastikan penyelenggaraan kegiatan usaha di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank termasuk fintech lending dapat berkembang dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan aspek pelindungan konsumen serta berkontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional sesuai Roadmap Pengembangan Dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi 2023-2028," jelas dia.
Kompetisi ini terbuka untuk seluruh mahasiswa dari lintas fakultas dan akan melalui proses seleksi, pendampingan, presentasi akhir di hadapan panel juri, hingga pengumuman pemenang pada bulan Mei 2026.
Baca Juga: IMM Dukung Langkah Cepat Menhut Raja Juli Hadapi Banjir Sumatera
Selama prosesnya, FutureFin menghadirkan rangkaian sesi daring dan luring PT Pembiayaan Digital Indonesia
Cyber 2 Tower, 28Fl. Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 No. 13, www.adakami.id Kuningan Timur, Jakarta 12950 T: 021-29323911 berupa kuliah umum dan mentorship bersama akademisi, pakar, serta praktisi industri.
Sesi-sesi ini dirancang untuk memperkaya perspektif dan memperkuat landasan analitis mahasiswa dalam menyusun karya tulis yang relevan. Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech dengan fokus pada pindar, termasuk perkembangan teknologi, tata kelola, dinamika, dan regulasi yang membentuk industri tersebut di Indonesia.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang membuka ruang pengembangan talenta di bidang fintech.
Bagi perguruan tinggi, program FutureFin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri yang nyata.
Kompetisi ini juga menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi dan membina talenta muda yang memiliki ketertarikan di bidang fintech selaras dengan pencapaian SDG 4 untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan kerja, dan SDG 17 dimana institusi perguruan tinggi beserta industri turut berkolaborasi dalam mewujudkan inklusivitas.
"Tentunya kami berharap dalam seluruh prosesnya, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang
berkualitas, tetapi juga memperluas eksposur terhadap industri sekaligus membuka peluang kontribusi nyata di masa depan," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo