- STT Warga Surakarta mewisuda 188 mahasiswa Diploma III dan Sarjana pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Kota Solo.
- Lulusan didorong memiliki rasa ingin tahu tinggi, etika kuat, serta kemampuan pemecahan masalah untuk dunia kerja.
- Sebanyak 30% lulusan telah terserap dunia kerja, menunjukkan kurikulum kolaborasi teori dan praktik berhasil diterapkan.
SuaraSurakarta.id - Sekolah Tinggi Teknologi atau STT Warga Surakarta kembali meluluskan 188 mahasiswanya dalam acara Wisuda Sarjana dan Diploma III ke-6 yang digelar di Pop Harris, Kota Solo pada Sabtu (6/12/2025).
Kepala LLDIKTI wilayah VI, Aisyah Endah Palupi, dalam sambutannya mengatakan, pentingnya kesiapan memasuki dunia profesional. wisudawan juga harus menyadari mereka siap untuk dilatih, bukan semata-mata merasa sudah sepenuhnya siap kerja.
“Melihat wajah adik-adik hari ini, saya sangat optimis mampu menaklukan dunia kerja di kemudian hari,” ujar pada acara Wisuda tersebut.
Ia menekankan, setiap lulusan perlu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sebagai modal utama berinovasi. Menurutnya, tanpa rasa keingintahuan, inovasi tak mungkin lahir.
Para wisudawan juga diajak merenungkan kontribusi apa yang dapat mereka berikan bagi masyarakat.
Dengan latar belakang teknik mesin dan elektronika, lulusan dinilai memiliki peluang besar untuk ambil bagian dalam pemulihan pascabencana. Termasuk membantu perbaikan sarana pasca bencana di Sumatera dan Aceh.
“Kalau saudara tidak bisa melangkahkan kaki ke sana, minimal informasikan. Kita harus menyumbangkan ilmu yang sudah dipelajari,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua STT WARGA, Arif Setyo Nugroho mengatakan untuk tetap berdiri teguh pada nilai moral dan etika, sekaligus mengembangkan problem-solving mindset sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat.
"Kemampuan problem solving sangat dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja nantinya", ujarnya.
Baca Juga: UNS Cabut Beasiswa KIP-K Mahasiswa yang Dugem di Klub Malam
Sementara itu, Ketua Alumni STT WARGA, Suyamto menekankan, pentingnya peran alumni dalam membantu lulusan baru, terutama dalam hal jaringan dan mencari pekerjaan.
"Meskipun pemerintah mendorong wirausaha, pengalaman dan jaringan tetap penting. Keberanian juga menjadi faktor kunci dalam mengambil keputusan dan memulai usaha," ungkapnya.
Ia berpesan wisudawan untuk saling membantu dan memotivasi sesama alumni, terutama mereka yang belum mendapatkan pekerjaan.
Senada, alumni STT WARGA, Farid mengatakan, perguruan tinggi ini memiliki kurikulum unik yang menekankan kolaborasi antara teori dan praktik, serta pengembangan kreativitas dan sense bisnis mahasiswa.
"Kurikulum di perguruan tinggi ini mengkolaborasikan teori dan praktik secara langsung. Teori diajarkan di pagi hari, diikuti praktik di hari yang sama," kata pengusaha yang sukses di bidang peralatan industri tersebut.
Menurutnya, Lulusan STT WARGA didorong untuk terus belajar, memanfaatkan pengalaman orang lain, dan fokus pada pemecahan masalah yang dihadapi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Potensi Memanas, Kawat Berduri Terpasang di Pagar Keraton Solo Jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro
-
Tiga Pekerja Kandang Ayam di Gladagsari Diduga Keracunan Gas Briket, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Viral di Medsos, Terduga Pelaku Aksi Pocong di Jebres Diamankan Polresta Solo
-
Duh! 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi Gara-gara Dana Tak Cair
-
Potensi Bentrokan, Kubu PB XIV Purboyo Minta Tak Ada Acara Tandingan Kirab Pusaka Malam 1 Suro