- Mahasiswa UNS, Sri Wahyuni, berduka karena rumahnya hancur total akibat banjir bandang di kampungnya Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
- Keluarganya mengungsi ke hutan selama lima hari dan komunikasi baru terjalin pada hari keenam pascabencana.
- Sri Wahyuni menunda kepulangan ke kampung karena akses jalan lintas utama mengalami sekitar 20 titik longsor.
SuaraSurakarta.id - Sri Wahyuni Matondang, Mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tak bisa menahan kesedihan saat mengingat kampungnya di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terdampak banjir bandang.
Di mana rumah-rumah hancur total dan banyak warga yang mengungsi untuk menyelamatkan diri. Salah satu rumah yang rusak itu miliknya, bahkan keluarganya harus mengungsi.
"Kalau rumahku hancur total. Terus orang tuaku itu tinggal di sekolah sekarang. Satu kampung memang sudah hancur," ujarnya saat ditemui di Gedung Rektorat UNS, Rabu, (24/12/2025).
Sri Wahyuni menyebut kondisinya memang sangat parah dan banyak warga panik. Dalam waktu 3 jam saat kejadian itu, satu kampung habis dan warga mengungsi ke hutan.
"Dalam 3 jam itu beneran satu kampung habis. Kebetulan orang tuaku itu di kota karena kerja. Lalu keluargaku yang lain mengungsi ke hutan selama 5 hari. Ada nenekku, saudara, mama, sama adik-adikku ke hutan," kata Mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan ini.
Sri Wahyuni mengatakan selama kurang lebih satu minggu tidak menghubungi keluarganya. Baru di hari ke-6 itu bisa menghubungi, saat bisa dihubungi itu nangis dan tanya-tanya soal kabar dan kondisinya.
"Baru di hari ke-6 itu, aku bisa telepon sama keluargaku. Rasanya cemas pastinya," ungkapnya.
Selama kehilangan kontak komunikasi dengan keluarga, Sri Wahyuni terus memantau dan mencari tahu lewat media sosial (medsos) sambil berusaha menghubungi. Itupun informasinya tidak selalu update.
"Sempat telepon Damkar, BNPB sama Basarnas juga kayak enggak ada yang ngangkat. Lalu tahu ada statement yang bilang dapat Starlink free internet. Aku langsung nelfon, ngomong cuma beberapa menit. Kemudian setelahnya terputus lagi," papar dia.
Baca Juga: Sejumlah Anggota DPR Dinonaktifkan, Ini Komentar Pengamat Politik UNS
Menurutnya terakhir komunikasi sama orang tua itu hari Selasa pukul 08.30. Kemudian baru dihubungi lagi pada hari Senin.
"Itupun cuma 1 menit saja. Orang tua kebetulan mengungsi di sekolah. Kalau adik, opungku rumahnya sudah hancur. Jadi mereka itu tinggal di titik-titik pengungsian di kampung, masih ada kayak dataran yang agak tinggi. Jadi ada kayak satu rumah warga yang lumayan besar. Nah, di situ warga yang sudah kehilangan rumah itu tinggal di sana semua," jelasnya.
Sri Wahyuni mengaku sangat sedih, rumah tempat tinggalnya di Tapanuli Tengah sudah tidak ada lagi. Tidak hanya tempat tinggalnya tapi dengan harta benda.
"Waktu dengar orang tuaku ngomong itu kayak udah alhamdulillah masih selamat. Banyak yang meninggal juga di sana. Tapi sekarang tim evakuasi itu masih ke sana, kemudian bantuan-bantuan paling dari influencer," terang dia.
Sri Wahyuni menyatakan tidak ada niatan untuk pulang kampung di Tapanuli Tengah. Selain biaya pulang ke sana mahal, juga kampungnya belum dapat dilewati mobil.
"Nunggu pemulihan dulu. Soalnya kalau pulang dari Solo ke Medan. Dari Medan ke Tapanuli Tengah itu tidak bisa lewat. Infonya di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara itu ada sekitar 20 titik longsor di jalan lintasnya. Kalau dari Pekanbaru ke tempatku di Tapanuli kan hancur juga. Di daerah Garoga. Itu benar-benar hancur banget," ceritanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Duh! Gusti Moeng Diancam Disomasi 2x24 Jam dan Dituduh Curi Gamelan Sekaten
-
BRI Hadirkan Momen Haru, Yuni Lestari Bertemu Sang Ibu Setelah 10 Tahun di Taiwan
-
BRI Perluas Ekosistem Digital di Taiwan Lewat Peluncuran BRImo Taiwan
-
Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League
-
Yonif 413/Bremoro Gelar Donor Darah Bersama Warga di Karanganyar