SuaraSurakarta.id - Pernyataan dan sikap sejumlah anggota DPR maupun DPRD dinilai banyak yang tidak tepat dan menyakitkan masyarakat.
Kondisi itu memancing emosi dan membuat munculnya gelombang aksi di mana-mana. Bahkan sampai berujung kerusuhan dengan merusak fasilitas umum dan membakar kantor DPRD.
Pengamat Politik UNS Agus Riwanto menyebut banyak pernyataan-pernyataan anggota DPR maupun elite politik tidak tepat dan menyakitkan masyarakat.
Dampaknya sejumlah anggota DPR RI di nonaktifkan oleh pimpinan partai. tu merupakan tindakan yang tepat.
"Tindakan pimpinan partai terhadap empat anggota DPR dengan menonaktifkan, itu tindakan yang tepat," terangnya, Senin (1/9/2025).
Agus mengatakan hanya saja mungkin tidak berhenti pada individu tapi institusi DPR harus berubah.
Harus lebih responsif lagi terhadap tuntutan masyarakat dan mengubah paradigma DPR untuk lebih memihak kepada kepentingan publik.
"Jadi bukan memihak pada partai dan sangat individualis," ungkap dia.
Menurutnya dari partai sudah menonaktifkan kadernya di DPR yang pernyataan dan sikapnya tidak tepat. Itu merupakan salah satu bentuk respon yang baik.
Baca Juga: Pengibaran Bendera dan Mural One Piece Dianggap Makar, Ini Kata Pengamat UNS
"Cuma publik mempertanyakan, menonaktifkan itu akan di PAW atau bukan. Kalau itu bagian dari responsif partai harusnya dilakukan PAW bukan di nonaktifkan," katanya.
"Kalau di nonaktifkan itu dalam artian tidak bekerja. Perlu penjelasan lebih lanjut apakah itu akan diganti antar waktu sehingga yang bersangkutan diberhentikan sebagai anggota DPR dan diganti oleh yang lain," lanjut dia.
Soal anggota DPR yang masih arogan apakah lebih baik mengundurkan diri, Agus menyebut ini kan soal rasa ya. Soal bagaimana sensitivitas melihat suasana dan kebatinan masyarakat.
"Menurut saya sepanjang mereka bisa memperbaiki diri kemudian kemudian bisa mengubah diri dan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran. Buat saya yang penting sih melakukan perubahan,
bukan mengundurkan diri itu ya, tapi melakukan perubahan signifikan. Sehingga bisa memulihkan harapan masyarakat terhadap fungsi DPR," paparnya.
Saat disinggung Presiden Prabowo Subianto sudah memanggil ketum-ketum partai, Agus mengapresiasi positif tindakan itu yaitu bagian dari presiden untuk berdialog dengan publik dan juga tokoh-tokoh penting di negara, salah satunya pimpinan partai ya.
"Itu bagian dari dialog Pak Prabowo untuk meminta pandangan dan masukan tokoh-tokoh masyarakat terhadap situasi dan keadaan. Jadi buat saya itu bagian dari responsif yang baik, hanya mungkin perlu ditindaklanjuti dalam bentuk yang lebih konkret lagi," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali