- Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, Kasatgas Pangan, mengungkap empat kasus besar pangan periode 5-22 Februari 2026.
- Kasus yang diungkap meliputi perdagangan daging ilegal, *repacking* beras SPHP, mi berformalin, dan makanan kedaluwarsa.
- Satgas Pangan memantau 24.057 titik di 38 provinsi, menerbitkan teguran, dan memberikan sosialisasi kepatuhan.
SuaraSurakarta.id - Sepak terjang Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak kembali menjadi sorotan publik. Jenderal bintang satu yang kini menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas atau Kasatgas Pangan ini menunjukkan kiprah mentereng dengan mengungkap empat kasus besar sekaligus dalam waktu berdekatan.
Langkah tegas tersebut dinilai sebagai bukti keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika distribusi dalam negeri.
Tak tanggung-tanggung, di bawah kendalinya, Polri berhasil mengungkap berbagai kasus pidana terkait pangan yang dilakukan para pelaku usaha dalam rentang periode 5-22 Februari 2026.
Dari data yang dihimpun, empat kasus besar yang berhasil diungkap adalah komoditas daging, beras, dan mie.
"Penindakan dilakukan terhadap tindak pidana perdagangan yakni daging dari luar negeri yang ditangani oleh Polda Kepri. Kemudian, tindak pidana pengemasan ulang atau repacking beras SPHP yang ditangani oleh Polda NTB," kata Ade Safri, Sabtu (28/2/2026).
Mantan Kapolresta Solo itu memaparkan, dua kasus besar lain yang juga berhasil diungkap adalah temuan mie berformalin atau boraks dan makanan kadaluarsa yang berhasil diungkap oleh Polda Jawa Barat.
Berdasarkan hasil pemantauan terhadap pedagang dan pengecer di 15.993 titik, ritel modern 3.785 titik, grosir 2.393 titik, distributor 1.356 titik, produsen 342 titik, dan agen 189 titik dengan total 24.057 titik dari 38 provinsi seluruh Indonesia.
Ade juga menambahkanm Satgas telah menerbitkan 302 surat teguran, melakukan 744 pengisian stok kosong, cek ke distributor/produsen sebanyak 150 giat serta pengambilan 35 sampel pangan untuk uji laboratorium.
Selain itu, tambah dia, dalam proses pemantauan di berbagai titik pihaknya telah memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para pelaku usaha untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
Baca Juga: Perluasan Jangkauan Bank Jakarta: Hadirnya KCP UNS, Solusi Keuangan Tepat di Jantung Kampus
"Sudah juga melakukan sosialisasi dan berikan himbauan masyarakat maupun pelaku usaha untuk tidak melanggar HET/HAP, penimbunan Bapokting, dan tindak pidana di bidang pangan baik melalui media cetak, media elektronik, media sosial dan mainstream yang dapat merugikan masyarakat dan pemerintah," paparnya.
Di bawah kepemimpinan Brigjen Ade Safri, Satgas Pangan disebut semakin aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang distribusi dan pasar tradisional.
Sinergi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha terus diperkuat guna mencegah gangguan pasokan.
"Negara harus hadir memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dan terjangkau. Kami tidak akan ragu menindak tegas setiap pelanggaran," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu