- Wali Kota Solo menargetkan efisiensi anggaran 29% melalui kebijakan kerja dari luar kantor (WFA).
- Dana hasil penghematan tersebut dialokasikan untuk prioritas pembangunan infrastruktur mendesak di Kota Solo.
- Kebijakan WFA hanya berlaku bagi pegawai non-pelayanan publik, dengan pemantauan efektivitas yang ketat.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi menargetkan efisiensi anggaran dari work from anywhere (WFA) pegawai Pemkot Solo mencapai 29%.
Dana dari penghematan ini nantinya akan dialihkan untuk pembangunan Kota Solo.
Respati mengatakan jika masa uji coba WFA sudah dilakukan dengan monitoring ketat. Ada sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menjalani sistem kerja di luar kantor.
Dari kebijakan ini, Respati berharap bisa menekan biaya operasional Pemkot Solo semaksimal mungkin. Dia yakin dengan strategi ini mampu menyesuaikan keuangan Pemkot Solo setelah pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD).
"Kami targetkan penghematan mencapai 29 persen. Harapannya dengan semua upaya ini, karena kita kan yang diefisien sampai 29 persen tentunya harapannya bisa mengimbangi itu," kata Respati, Kamis (15/1/2025).
Dana pengendalian anggaran ini dipastikan bakal digunakan untuk kebutuhan infrastruktur Kota Bengawan. Terutama pada pembangunan wilayah yang mendesak. Respati optimis dengan langkah ini Pemkot Solo bisa terus memberikan pelayanan yang prima di tengah efisiensi.
“Tentu ini tetap menjadi optimal dan pembangunan terus berjalan. Kita akan alihkan (dana penghematan) ke pembangunan yang paling urgent yaitu pembangunan drainase lingkungan agar tidak ada genangan-genangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Respati memastikan sistem kerja di luar kantor tidak berlaku bagi pegawai yang memberikan langsung pelayanan ke publik. Efektivitas dari masa uji coba WFA ini akan terus dipantau. Selain menekan biaya operasional kantor, dia mendorong pegawai yang melaksanakan WFA bisa bekerja dan melarisi UMKM.
“Yang terpenting adalah untuk OPD pelayanan tidak ada WFA. jadi ini non-pelayanan dan akan kita pantau, kita cek perkembangan plus minusnya seperti apa. Serta akan kita ukur efisiensinya supaya memang benar-benar jadi efisiensi anggaran,” tuturnya.
Baca Juga: Tak Lagi Menjabat Petugas Partai, FX Rudyatmo Pilih Kembali Jadi Tukang Las
“WFA diterapkan pada pegawa di back office yang menggunakan operasional cukup besar di kantor kemudian bisa di luar harapan bisa di UMKM dan fleksibilitas kerja yang terpenting terukur kerjanya,” tambahnya.
Ke depan, Respati juga tidak menutup kemungkinan menambah hari manakala sistem WFA ini berjalan optimal serta tak mengganggu pelayanan publik. Dengan dasar efektif dan efisien, Pemkot Bakal menerapkan kerja luar kantor bagi pegawai non-pelayanan bahkan di 35 OPD.
“Karena ketika dengan ini (WFA) dan efektif, kita bisa tambahkan (harinya). Tentu dengan catatan pelayanan masyarakat tidak ada berkurang dan berdampak baik bagi pemerintah akan kita lanjutkan. Tetapi kalau memang ada pelayanan masyarakat di sistem terhambat, pasti akan kita review,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK
-
Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya