- Wali Kota Solo Respati Ardi menertibkan fungsi trotoar yang beralih menjadi lahan parkir berdasarkan aduan masyarakat.
- Penertiban akan meliputi area Koridor Keprabon, Gatot Subroto, Ngarsopuro, dan Ngapeman melalui koordinasi dinas.
- Pemerintah mengajak swasta dan warga menyediakan lahan parkir baru untuk mendukung status Solo sebagai kota wisata.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, Respati Ardi bakal menertibkan penggunaan ruang publik untuk dijadikan lahan parkir.
Hal ini merespon banyaknya aduan masyarakat terkait fungsi trotoar yang malah digunakan untuk parkir kendaraan.
Respati mengakui juga telah melihat banyak fasilitas umum terutama di Koridor Keprabon yang malah dimanfaatkan swasta untuk lahan parkir.
Kedepan, selain berkoordinasi dengan Dinas terkait, dia juga juga akan mengajak pihak swasta untuk bisa menyediakan lahan parkir.
“Pasti nanti akan kita tertibkan. Kami akan koordinasi dengan rekan kewilayahan dan mengajak swasta jika ada lahan tidak produktif akan kita himbau kita ajak supaya jadi lahan parkir,” ucap Respati di kantornya, Selasa (13/1/2026).
Respati juga akan melakukan hal serupa terutama di area Gatot Subroto, Ngarsopuro dan Ngapeman. Dia juga akan mengupayakan untuk melibatkan warga untuk membuka lahan parkir.
“Nanti akan kita libatkan kantong parkir di area Keprabon, Gatsu, Ngarsopuro dan Ngapeman. Nanti akan kita libatkan dan ada beberapa warga juga yang menyediakan lahan kosong untuk jadi kantong parkir mandiri. Jadi milik swasta gitu,” tuturnya.
Respati mengaku langkah ini diambil mengingat Kota Solo kini sudah dikenal luas sebagai kota wisata melalui kulinernya.
Dia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ini. Dan selain melakukan penertiban, dia juga akan meminta penataan ulang fasilitas umum agar penggunaan lebih optimal.
Baca Juga: Wali Kota Solo Setuju Soal Wacana 6 Hari Sekolah, Asal Roadmap Pendidikan Harus Jelas
“Nanti ada penataan ulang untuk rekan-rekan tunanetra akan kita lebih pertengah lagi karena memang perlu ada penataan ulang. Dan kota harus ini adaptif dengan perkembangan kuliner yang jadi daya tarik wisata. Sehingga kami ambil jalan tengah, cari solusi bersama supaya tidak ada yang dirugikan dan ditinggalkan,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Banyak Aduan Warga, Respati Ardi Bakal Tertibkan Parkir di Ruang Publik
-
Film Penerbangan Terakhir Ajak Perempuan di 10 Kota Terhindar Modus Cowok Berseragam
-
Tinjau Talud Longsor di Nusukan, Respati Ardi Minta Penanganan Komprehensif
-
DPN Tani Merdeka Apresiasi Swasembada Beras Era Prabowo
-
Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Saksi Sidang Ijazah Jokowi, Sebut Ada Perbedaan!