- Ditressiber Polda Jawa Tengah menangkap Fabiola Elizabeth, warga negara Jerman, atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan siber internasional.
- Fabiola berperan melakukan panggilan video untuk meyakinkan korban dalam modus operandi penipuan investasi kripto palsu sindikat tersebut.
- Sindikat ini berhasil meraup Rp41,1 miliar dari 133 korban selama Juli 2025 hingga Mei 2026 di Indonesia.
SuaraSurakarta.id - Teka-teki mengenai identitas model perempuan berinisial F yang ditangkap Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah dalam sindikat pig butchering akhirnya terkuak.
Sempat disebut-sebut sebagai mantan artis Indonesia oleh kepolisian, sosok F ternyata merujuk pada nama Fabiola Elizabeth.
Nama Fabiola mungkin terdengar asing di kancah perfilman atau layar kaca televisi nasional karena ia memang bukan artis sinetron ataupun pejabat. Faktanya, Fabiola merupakan seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman yang telah lama bermukim dan jatuh cinta pada kultur Indonesia.
Ironi "Bule Sunda" Pemelihara Budaya yang Terjerat Kriminal
Sebelum tersandung kasus penipuan siber lintas negara, Fabiola justru dikenal sebagai sosok yang sangat melokal. Berdasarkan rekam jejak digitalnya, ia memiliki profil yang cukup unik di mata netizen.
Penulusuran dari jejak digital, melalui akun Instagram @mysteriumofficial_, Fabiola kerap dijuluki sebagai "Bule Sunda Kota Bandung".
Kecintaan pada Budaya, di media sosialnya, perempuan asal Jerman ini aktif memamerkan dan mengampanyekan kelestarian budaya Sunda.
Namun, pesona eksotis dan kemampuan komunikasinya yang luwes justru dimanfaatkan oleh sindikat kriminal sebagai senjata utama untuk merayu korban.
Peran Strategis F dalam Sindikat Pig Butchering
Baca Juga: Kedok Pig Butchering Sukoharjo: Ini 5 Fakta Menarik Sindikat Kripto yang Kuras Rp41 Miliar Warga AS
Dalam operasional markas penipuan siber di Solo dan Sukoharjo ini, F memegang peran krusial sebagai tim untuk meyakinkan target.
Sindikat internasional yang menyasar warga negara Amerika Serikat ini sadar bahwa korban kerap meminta bukti visual. Di sinilah Fabiola masuk: ia bertugas melakukan panggilan video (video call) secara langsung apabila korban pria mulai curiga atau menuntut pembuktian identitas.
Karena sasarannya adalah bule Amerika, wajah kaukasia Fabiola dipadukan dengan narasi palsu terbukti ampuh membuat korban percaya penuh dan merasa sedang menjalin hubungan asmara yang nyata.
“Kelompok pelaku juga memiliki model asli yang digunakan untuk melakukan video call secara langsung dengan korban guna memperkuat hubungan esmoional sehingga korban masuk ke dalam bujuk rayu jaringan pelaku,” ungkap Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Himawan Sutanto Saragih.
Akhir dari Bisnis Manipulasi Asmara
Berkat umpan visual dari Fabiola dan strategi psikologis yang rapi dari 38 tersangka lainnya, sindikat ini sukses beroperasi layaknya perusahaan profesional. Mereka menjebak sedikitnya 133 korban untuk berinvestasi di situs kripto palsu `livetradingcrypto.com` yang sistem penarikannya telah dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK