- Penyaluran BLTS Kesra serentak di Solo, Jawa Tengah, mulai Senin 24 November 2025 melalui Kantor Cabang Utama Gladak.
- Petugas Pos mengantar langsung bantuan Rp900 ribu kepada penerima yang berhalangan hadir karena sakit atau disabilitas.
- PT Pos KCU Solo memastikan penerima harus diverifikasi langsung dan tidak boleh diwakilkan untuk penyaluran bantuan.
SuaraSurakarta.id - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLTS Kesra, serentak dilakukan di kota Solo, Jawa Tengah mulai Senin (24/11/2025).
Penyaluran dilakukan di Kantor Cabang Utama Gladak, dan di beberapa unit di wilayah Solo dan sekitarnya. Namun tak semua penerima manfaat, bisa datang untuk mengambil bantuan pemerintah tersebut. Ada yang berhalangan, karena banyak hal.
Disabilitas, sakit, hingga tidak ada sarana transportasi menjadi penyebab mereka tidak bisa datang ke kantor Pos. Jumlahnya lebih dari lima belas orang, dan kemungkinan masih akan bertambah seiring permintaan.
Petugas pun mengantar hingga ke penerima, tanpa diwakilkan kepada siapapun. Petugas terkadang harus keluar masuk kampung, berbekal petunjuk sekedarnya atau bahkan hanya tertulis RT RW tanpa alamat jelas. Petugas datang, dengan membawa uang sebesar 900 ribu rupiah untuk masing-masing penerima.
Walau dilakukan di rumah, proses verifikasi tetap dilakukan. Dengan disaksikan anggota keluarga, penyerahan bantuan dilakukan dengan cepat. Ini sangat membantu, apalagi bagi mereka yang benar-benar berhalangan.
"Kami jujur saja sangat terbantu, karena memang kami kesulitan kalau harus membawa ibu ke Kantor Pos. Jadi bisa diantar ke rumah ini, kami sangat berterimakasih kepada pak Pos," kata Maria Bernadetha Hastiningsih, keluarga salah satu penerima manfaat dari Mojosongo, Minggu (30/11/2025).
Hal yang sama juga disampaikan Yuniati, yang ayahnya mengalami lumpuh sehingga sulit untuk pergi ke Kantor Pos.
"Bapak sulit berjalan walau dengan alat bantu, untuk digendong pun tidak mungkin. Jadi kami sempat mengajukan permohonan agar uang (BLTS Kesra) diantar ke rumah. Alhamdulillah dikabulkan, dan bapak bisa menerima bantuan. Terimakasih sekali," ujarnya.
PT Pos KCU Solo memang menyediakan layanan antar, karena bantuan ini harus disalurkan bagaimanapun caranya.
Baca Juga: LBH GP Ansor Klaten Gandeng Desa Bakung Gelar Penyuluhan dan Sosialisasi Bantuan Hukum
"Petugas kami siap untuk mengantar, namun harus penerima sendiri yang ditemui. Tidak boleh diwakilkan, dan harus melalui proses verifikasi," terang Herdiawan WS, Manajer Operasi Layanan PT Pos Indonesia KCU Solo.
Petugas bergerak cepat, berpacu dengan waktu untuk melakukan penyaluran. Warga yang belum menerima karena berhalangan, bisa mengajukan permohonan ke KCU Solo untuk segera diproses.
BLTS Kesra di Solo mencatat ada tiga ribu orang lebih, penerima yang berhak menurut data Dinas Sosial. Diharapkan sebelum Desember, penyaluran sudah selesai baik yang dilakukan di Kantor Pos maupun di rumah masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu
-
Dewi Natalia, Mantri BRI yang 14 Tahun Dampingi Pedagang dan Lawan Jerat Rentenir
-
Warung Makan Non Halal di Sukoharjo Diduga Dibakar oleh OTK