- Kubu SISKS Paku Buwono XIV Purbaya akan menempuh jalur hukum menanggapi penobatan KGPH Mangkubumi sebagai PB XIV dianggap tidak sah.
- Dualisme raja terjadi antara Purbaya yang mendeklarasikan diri saat pemakaman dan Mangkubumi dinobatkan keluarga besar Kamis (13/11/2025).
- Upaya komunikasi oleh GKR Panembahan Timoer untuk merangkul pihak Mangkubumi guna menyelesaikan masalah suksesi tersebut dilaporkan tidak berhasil.
SuaraSurakarta.id - Kubu SISKS Paku Buwono atau PB XIV Purbaya memastikan bakal membawa ke jalur hukum menyikapi penobatan KGPH Mangkubumi sebagai PB XIV.
Pasalnya penobatan KGPH Mangkubumi sebagai PB XIV tidak sah.
"(Akan mengambil langkah hukum) Pasti," terang GKR Panembahan Timoer, Senin (17/11/2025).
Gusti Timoer sangat menyayangkan adanya dualisme raja dan ini mengulang saat perebutan tahta setelah PB XII meninggal.
Ia mengaku sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak Mangkubumi untuk membicarakan permasalahan suksesi tapi upaya tersebut tidak berhasil.
"Dari awal kami sudah berusah merangkul. Ketika Sinuhun hari Rabu itu dimakamkan, pagi saya datang ke tempatnya Mangkubumi untuk berbicara. Kemudian siangnya saya ketemu dengan Kanjeng Wiro dan Gusti Moeng (GKR Wandansari). Untuk apa? Untuk Merangkul. Bukan ingin meninggalkan. Monggo ayo sareng-sareng (mari kita bersama-sama)," paparnya.
"Ketika saya menemui Kanjeng Wiro, katanya juga akan namanya diselesaikan secara hukum," ucap dia.
Seperti diketahui dua anak laki-laki mendiang SISKS PB XIII, KGPH Hangabehi alias Mangkubumi dan KGPAA Hamangkunagoro alias Purboyo sama-sama mengaku sebagai raja baru Keraton Kasunanan Surakarta.
Purbaya mendeklarasikan diri sebagai PB XIV di depan jenazah ayahnya saat akan dimakamkan.
Baca Juga: Gibran Terseret Pusaran Takhta? Hangabehi Bongkar Fakta Pertemuan: Bukan Soal Restu Raja Kembar
Sementara KGPH Mangkubumi dinobatkan keluarga besar sebagai PB XIV, saat rapat keluarga besar keraton, Kamis (13/11/2025).
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Cetak Rekor MURI, Digelar di 131 Lokasi Indonesia
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia