SuaraSurakarta.id - Joko Wilopo, warga Sudiroprajan, Kota Solo terpidana kasus narkoba yang diduga buron selama 14 tahun akhirnya tertangkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang, Selasa (19/8/2025) kemarin.
Joko Wilopo ditanggap di daerah Sukoharjo dan selanjutnya dibawa ke Rutan Kelas 1 Surakarta.
Namun, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya membantah kalau Joko Wilopo disebut buron. Keluarga menyebut kalau pernyataan Kejari Kota Semarang adalah bohong besar.
"Tidak benar Pak Joko Wilopo itu sebagai buron," ujar Kuasa Hukum Keluarga Joko Wilopo, Awod saat ditemui, Kamis (21/8/2025).
Awod menjelaskan pada 1 Oktober 2011 lalu, Joko Wilopo divonis oleh Mahkamah Agung (MA) setelah jaksa melakukan kasasi atas putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Semarang terkait perkara narkoba.
Dalam perkara itu Joko Wilopo divonis penjara dua tahun, kemudian jaksa banding dan putusannya dikuatkan di Pengadilan Tinggi (PT), jaksa kasasi dan hasilnya tetap dipenjara dua tahun.
"Ketika putusan kasasi itu posisi Pak Joko Wilopo sedang dalam penjara di Lapas kelas 1 Semarang untuk perkara lalin. Gimana disebut melarikan diri, wong beliau sedang menjalani perkara lain," terangnya.
"Bebas itu tahun 2013 lalu. Jadi beliau tidak pernah melarikan diri, jadi waktu vonis kasasi MA yang dieksekusi oleh jaksa Kejari Kota Semarang itu, posisinya dulu saat kasasi keluar beliau di dalam," lanjut dia.
Awod mengatakan saat bebas tahun 2013 lalu, beliau lalu pulang ke Kota Solo dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Tidak hanya itu beliau di kampungnya dikenal sebagai tokoh masyarakat, sebagai aktivis masjid hingga aktivis lingkungan.
Baca Juga: Residivis Narkoba Asal Solo Kembali Berulah, Diringkus Polisi di Sukoharjo dengan Sabu
Bahkat saat tahun 2019, wajah beliau dipampang bersama salah satu calon legislatif (caleg), itu karena ketokohannya.
"Kenapa bisa dibilang DPO kalau orang seperti itu. Lalu tiba-tiba Kejari Kota Semarang melakukan eksekusi atas putusan MK Oktober 2011, berati kan setelah 14 tahun yang konon katanya melarikan diri kemudian jadi buron dan itu bohong besar," jelasnya.
Awod menyebut tidak logis Kejari Kota Semarang kalau Joko Wilipo waktu itu sedang dipenjara dalam perkara lain. Padahal perkara yang lain itu juga dengan Kejari yang sama.
"Kan nggal logis kalau nggak tahu. Inikan ada mall administrasi itu berati. Lucu lah kalau nggak tahu," sambung dia.
Dalam eksekusi yang dilakukan itu, lanjut dia, tidak beradab. Karena dari Kejari tiba-tiba menghubungi RT setempat kalau ada proyek, minta tolong ditemukan sama Joko Wilopo.
"Saat ketemuan lalu Pak Joko Wilopo ditangkap. Itu jelas kita sayangkan. Keluarga pun merasa shok dan keluarga baru tahu persoalan ini," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi