SuaraSurakarta.id - Pemkot Solo Solo mengambil sampel makanan dari Ayam Goreng Widuran.
Sampel yang diambil ini akan dibawa untuk dicek ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Untuk sampel yang diambil meliputi ayam mentah, ayam goreng, bumbu hingga minyak goreng.
"Ini kita sampel, minyak, daging matang, daging mentah dan bumbu," terang Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Agus Santoso saat ditemui, Senin (26/5/2025).
Agus mengatakan sampel yang diambil ini akan dikirim ke BPOM untuk dicek. Saat ini sementara warung Ayam Goreng Widuran ditutup untuk dilakukan pengecekan.
"Sekarang sudah ditutup, kita ajukan pengambilan sampel hari ini. Rencana mau diambil besok, ini kita bawa ke BPOM dan hasilnya gimana kita tunggu," ungkapnya.
Agus menjelaskan pengambilan sampel ini untuk mengetahui bahan atau makanan yang mengandung non halal yang mana.
"Tujuannya itu ada kepastian. Saat ini kan baru pernyataan yang bersangkutan, kita kan hadir di sini ada kepastian di mana yang non halalnya," jelas dia.
Ketika ditanya hasil pengecekan berapa lama, Agus menyebut belum tahu. "Prosesnya berapa lama kita belum tahu, kita juga menggandeng tim luar. Mudah-mudahan lebih cepat lebih baik," sambungnya.
Baca Juga: Kaget Ayam Goreng Widuran Non Halal, Wali Kota Solo: Kesukaan Mertua Saya
Terkait penutupan sampai kapan, menunggu hasil sampelnya nanti seperti apa.
"Mereka menutup secara mandiri ya atas saran dari wali kota. Setelah tutup mereka tidak melayani untuk pemesanan, jadi benar-benar tutup," ujar Kepala Satpol PP Solo, Didik Anggono.
"Kapan buka? Menunggu hasil assessment dinas terkait itu keluar," lanjut dia.
Untuk pengamanan akan dilakukan pengawasan melekat. Artinya tutup secara fisik, juga akan diawasi ada penjualannya atau tidak.
"Kami sudah koordinasi sama pemilik dan koordinatif. Kami berharap juga tidak akan melanggar janjinya mereka sendiri," tandasnya.
"Penjagaan petugas di semua Warung Ayam Goreng Widuran di Solo," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok