SuaraSurakarta.id - Film komedi terbaru berjudul 'COCOTE TONGGO' mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai Selasa (15/4/2025).
TOBALI FILM berkolaborasi dengan SKAK STUDIOS mempersembahkan film drama keluarga dengan sentuhan komedi kental. Film komendi ini, berlatar kehidupan masyarakat lokal Solo, Jawa Tengah.
Disutradarai oleh Bayu Skak dan diproduseri eksekutif oleh Sahli Himawan, 'COCOTE TONGGO' menghadirkan kisah jenaka. Sekaligus bermakna tentang dinamika kehidupan bertetangga dan tekanan sosial di masyarakat.
Bagaimana jadinya jika Luki dan Murni, suami istri penjual jamu kesuburan, justru belum dikaruniai keturunan? Mereka menjadi bahan gunjingan tetangga. Demi menjaga nama baik toko jamu warisan keluarga dan citra pasangan ideal, Luki dan Murni melakukan berbagai cara kocak. Sehingga justru memicu konflik.
Film 'COCOTE TONGGO' mengambil lokasi syuting sepenuhnya di kota Solo. Termasuk kawasan Laweyan, yang menampilkan nuansa hyperlocal yang kuat dan otentik.
Sebagian dialog dalam film menggunakan Bahasa Jawa Mataraman khas Solo.
"Film ini lebih dari sekadar hiburan. 'COCOTE TONGGO' menyentuh realita sosial tentang tekanan masyarakat dan bagaimana kita bisa menghadapinya. Bahkan dengan tawa," ujar Bayu Skak kepada wartawan, Kamis (17/42025).
Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris ternama. Antara lain Dennis Adhiswara, Ayushita, Asri Welas, Bayu Skak, Sundari Soekotjo, Ika Dihardjo, Devina Aureel, Marwoto, Yati Pesek, Brilliana Arfira, Maya Wulan, serta banyak talenta lokal Solo.
Kolaborasi antara SKAK Studios, yang dikenal dengan film dan serial lokal sukses seperti “Yowis Ben” dan “Lara Ati”. Dengan Tobali Film kembali ke layar lebar setelah fokus pada sinetron, menjadi kekuatan utama film ini.
Baca Juga: Wali Kota Solo Imbau Pedagang Jujur: Jangan 'Ngepruk' Harga Saat Libur Lebaran
'COCOTE TONGGO' menjadi film layar lebar pertama hasil kolaborasi Tobali Film di bawah kepemimpinan Sahli Himawan dengan SKAK Studios. Tobali Film juga telah menyiapkan 10 film layar lebar lainnya.
Dengan kombinasi cerita menarik, budaya lokal Solo yang kuat, komedi segar, dan kolaborasi dua rumah produksi hebat, 'COCOTE TONGGO' siap menghibur dan menyentuh hati penonton Indonesia mulai 15 Mei 2025.
Cocote Tonggo berkisah tentang sepasang suami-istri, Luki dan Murni, yang sudah lama menikah namun belum memiliki anak. Bahan omongan yang semula hanya sebatas sindiran karena menjual jamu kesuburan tapi pedagangnya justru belum mempunyai anak, hingga berubah menjadi tekanan yang tak terelakkan.
Film ini disutradarai oleh Bayu Skak dan didukung oleh Sahli Himawan selaku eksekutif produser, dan juga Utojo Sutjiutama, Roro Sinduretno Soenardjo.
Cocote Tonggo menghadirkan kisah jenaka penuh makna tentang kehidupan bertetangga dan tekanan sosial yang kerap muncul di lingkungan masyarakat.
Sementara Tobali Film merupakan reinkarnasi dari Tobali Indah Film yang didirikan pada 1968. Di bawah kepemimpinan Sahli Himawan sejak 2024, Tobali Film kembali ke jalur produksi film layar lebar setelah satu dekade fokus pada sinetron dan serial televisi. Cocote Tonggo menjadi film layar lebar pertama hasil kolaborasi Tobali Film dengan SKAK Studios.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali