"Langkah yang kami lakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap visi sosial pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," kata Owner Wong Solo Group, Puspo Wardoyo.
Puspo memaparkan, pihaknya berbangga bisa berkontribusi dalam pemenuhan gizi siswa di Boyolali.
"Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan anak-anak, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar dia.
Dua SPPG di Gagaksipat dibangun dengan investasi Rp10 miliar dan melibatkan 150 karyawan lokal yang telah dilatih untuk memastikan operasional dapur sesuai standar higienis BGN. Dalam waktu 22 hari, fasilitas fisik, peralatan masak, hingga delapan unit mobil distribusi berhasil disiapkan.
Puspo menyebut dapur SPPG memerlukan pasokan besar setiap harinya, seperti 300 kg daging, 250 kg sayuran, ratusan telur ayam, dan 530 kg buah-buahan. Semua bahan baku didapatkan dari petani, peternak, dan pedagang lokal.
"Kami ingin SPPG Gagaksipat menjadi percontohan pengelolaan dapur pemenuhan gizi berbasis komunitas lokal," tambah dia.
Kini, Wong Solo Group juga terus mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah terpenuhi.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga: Wartawan Diancam dan Ditempeleng Ajudan Kapolri, Ketua PWI Solo: Ini Memalukan!
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali