Ronald Seger Prabowo
Kamis, 10 Oktober 2024 | 17:53 WIB
Ketua KPU Kota Surakarta Bambang Christanto, di Kantor KPU Surakarta. [ANTARA/Bambang Dwi Marwoto]

SuaraSurakarta.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Solo, Bambang Christanto, bungkam ketika ditanya mengenai aduan dugaan pencemaran nama baik dua kader PDIP Solo.

Sebelumnya, dia kader PDIP Solo, Muchus Budi Rahayu dan Imron Rosyid mengadukan Bambang ke Mapolresta Solo, Rabu (9/10/2024) terkait pencemaran nama baik dan fitnah.

"Di luar ini (acara Focus Group Discussion Debat Publik Pilkada Serentak 2024 -red) saya tidak berkomentar," kata Bambang saat ditemui awak media di Sala View Hotel pada Kamis (10/10/2024) siang.

Ia juga memberi isyarat dengan menyilangkan dua jari di depan mulutnya sebagai simbol tak ingin berbicara lebih lanjut.

Bambang lebih memilih untuk membahas acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar KPU Solo sebagai persiapan debat publik kedua pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Solo dalam Pilkada Serentak 2024.

Menurut Bambang, pihaknya mengundang berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, dan praktisi untuk membahas isu-isu penting yang bisa diangkat dalam debat nanti.

"Kami belanja masalah untuk melihat isu apa saja yang relevan untuk diangkat dalam debat, seperti ekonomi, sosial, keagamaan, dan infrastruktur," kata Bambang.

Semua masukan yang diberikan selama FGD akan menjadi bahan bagi Tim Perumus Isu Debat Publik Pilkada.

Debat publik akan digelar dua kali, yaitu pada 31 Oktober 2024 dan 18 November 2024. KPU Solo berencana mengadakan debat di tempat ikonik, salah satunya area Keraton Solo dengan Panggung Songgo Buwono sebagai latar tempat debat.

Baca Juga: Temui Tokoh Islam Kota Solo, Teguh Prakosa Dapat Masukan Soal Haul Habib Ali

Bambang menambahkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, serta elemen masyarakat untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

"Komunikasi perlu terus dilakukan karena ini menyangkut banyak orang," pungkasnya.

Load More