SuaraSurakarta.id - Pemkot Solo melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi terjadinya kebakaran dan bencana kekeringan di tengah panas ekstrem akhir-akhir ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo Kristiana Hariyati, mengatakan salah satu titik yang diwaspadai terjadi kebakaran yakni di TPA Putri Cempo. Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi.
"Kami meminimalkan potensi kebakaran tumpukan sampah di TPA dengan rutin menyemprot air agar tidak tiba-tiba terbakar," kata Kristiana dilansir dari ANTARA, Kamis (3/10/2024).
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta juga menyiagakan petugas selama 24 jam agar lebih cepat dalam penanganan bencana kebakaran.
"Selain itu, kami juga rutin melakukan pengecekan hidran di sejumlah titik di Solo agar upaya pemadaman lebih efektif saat terjadi kebakaran," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Sutarjo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan karena berpotensi mengakibatkan kebakaran yang lebih besar.
"Temuan kebakaran lahan kosong di kabupaten sebelah itu biasanya karena sisa pembakaran sampah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Nico Agus Putranto mengatakan masih terus menyiagakan sejumlah peralatan penanganan bencana, seperti tandon air portabel.
"Sejauh ini belum ada temuan, namun siaga bencana kekeringan masih aktif hingga saat ini. Tim tetap kami siagakan untuk memantau wilayah rawan kekeringan di Solo," katanya.
Baca Juga: Siaga Kebakaran, TPA Putri Cempo Solo Dipatroli 24 Jam Nonstop!
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna