SuaraSurakarta.id - Pemkot Solo terus menggencarkan pengawasan distribusi Elpiji 3 kilogram untuk mengantisipasi kelangkaan.
Kepala Dinas Perdagangan Solo Agus Santoso, mengatakan setelah dilakukan penambahan elpiji melon pada periode 6-9 September, pengawasan tetap dilakukan oleh pemerintah daerah.
Ia mengatakan sebetulnya kondisi di lapangan sudah aman. Meski demikian, dikatakannya, pengawasan masih terus digencarkan.
Pihaknya mencatat kebutuhan harian elpiji 3 kilogram di Solo sekitar 32.000 tabung.
"Kemarin itu ada tambahan pasokan sebanyak 52.000 tabung. Perhitungannya pasokan hariannya tetap, tambahan 52.000 tabung itu di luar jatah harian yang diperlukan. Jadi aman," tegas Agus Santoso dilansir dari ANTARA, Senin (16/9/2024).
Menurut dia, pengawasan juga penting dilakukan mengingat saat ini terjadi kenaikan harga eceran tertinggi (HET) elpiji tabung melon.
Sesuai SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 540/20 Tahun 2024 menetapkan HET naik menjadi Rp18.000 dari sebelumnya Rp15.500.
"Kalau mengenai kenaikan harga sebetulnya masyarakat tidak masalah asalkan barangnya ada. Kalau kemarin itu kan harga naik karena barangnya kurang," paparnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, pihaknya melakukan pengawasan intensif khususnya pada libur panjang akhir minggu yang bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini.
Baca Juga: Pesta Miras hingga Ganggu Warga Melintas, Empat Pemuda Diciduk Tim Sparta di Pajang
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox