- Dua kubu Keraton Solo hadir dalam Miyos Gamelan Sekaten 2026 di Masjid Agung Solo pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- Penabuhan Gamelan Sekaten dilakukan oleh kubu LDA setelah sempat terjadi keributan dan aksi dorong-mendorong dengan kubu PB XIV Purboyo.
- Kubu PB XIV Purboyo membagikan 2.500 bungkus kinang serta telur asin kepada masyarakat di serambi masjid.
SuaraSurakarta.id - Pemandangan berbeda terjadi saat Miyos Gamelan Sekaten 2026 di Bansal Pagongan Masjid Agung Solo, Rabu (19/8/2026).
Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yakni Lembaga Dewan Adat (LDA)-Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo sama-sama datang di Masjid Agung.
Namun untuk penabuhan gamelan dilakukan oleh LDA meski kubu PB XIV Purboyo sempat mendatangi bangsal pagongan tempat gamelan sekaten berada.
Keributan sempat terjadi hingga adu mulut dan aksi dorong mendorong sebelum akhirnya kondisi aman.
Gamelan sekaten dibunyikan setelah waktu salat dhuhur, terlebih dahulu dilakukan prosesi acara.
Saat kubu LDA berada di bangsal pagongan untuk melihat gamelan dibunyikan. Di sisi lain kubu PB XIV Purboyo berada di depan serambi masjid dengan membagikan kinang dan telur asin (endog amal) ke masyarakat.
Tampak GKR Alit, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, GRAy Dewi Ratih Widyasari.
"Ini bagi-bagi dan telur asin ke warga," ujar GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani saat ditemui, Rabu (19/8/2026).
Timoer mengatakan ada 2.500 bungkus kinang dan telun asin yang dibagikan ke masyarakat. Ini maknanya biar panjang umurnya dan biar amal.
Baca Juga: PB XIV Hangabehi Pastikan Revitalisasi Keraton Solo Dimulai Pekan Ini, Museum Jadi Prioritas Utama
"Kinang itu biar panjang umur, sedangkan endog asin ini amalnya Sinuhun (PB XIV Purboyo) pada masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu adik PB XIV Hangabehi, GRAy Putri Purnaningrum mengatakan prosesi penabuhan gamelan sekaten Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari ini awal di mana terjadi sekaten 2026 ini.
"Karena memang Keraton Surakarta ini Mataram Islam, jadi memang untuk syiar agama Islam," jelas dia.
Menurutnya gamelan sekaten ini akan dibunyikan selama 7 hari ke depan mulai hari ini. Akan dibunyikan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, nanti akan diakhiri Grebeg Mulud gunungan pada 26 Agustus nanti.
"Ini yang dibunyikan gamelan kiai guntur madu dulu yang ada di sebelah selatan kemudian dilanjutkan kyai guntur sari," katanya.
Terpisah salah satu warga Sri Rejeki mengaku senang bisa dapat kinang dan telur asin. Bahkan tadi dapat janur warna kuning berebut saat gamelan pertama kali dibunyikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox