SuaraSurakarta.id - Aksi bejat dilakukan seorang kakek berinisial SK (69) yang tega menyetubuhi anak tirinya berinisial GD (21) selama sembilan tanggung.
Kelakuan bejatnya dilakukan sejak tahun 2014 hingga 2023 saat korban baru berusia 12 tahun.
Namun, aksi bejat tersangka akhirnya terungkap sehari sebelum korban melangsungkan pernikahan.
Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengatakan, perbuatan tidak terpuji ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kasus pencabulan yang dilakukan SK kepada aparat kepolisian.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dan langsung mengamankan tersangka di kediamannya pada bulan Januari 2024.
Kapolresta menjelaskan, pencabulan yang dilakukan tersangka dilakukan satu Minggu sekali di rumah tersangka. Pencabulan terus berlanjut, bahkan menjelang pernikahan korban, tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2023.
"Dalam menjalankan aksinya, tersangka selalu mengancam korban. Tersangka juga berjanji akan membiayai pernikahan korban," kata Iwan dilansir dari Jatengnews.id--jaringan Suara.com, Kamis (8/2/2024).
Kasus pencabulan ini sejak awal sudah diketahui oleh ibu korban. Namun karena berada di bawah ancaman, ibu korban tidak berani melapor.
"Setiap melakukan aksinya, tersangka mengancam korban dan ibunya sehingga tidak berani melapor," jelas dia.
Baca Juga: Cekcok Rebutan Lahan Dagangan hingga Keluarkan Pedang, Warga Bima Diamankan Tim Sparta Polresta Solo
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, saat ini SK yang telah ditetapkan sebagai tersangka, diamankan di Mapolresta Surakarta.
Tersangka dijerat dengan pasal 81 Jo pasal 76 d UU No 17 Rahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo
-
Tuntas Direnovasi, 10 Warga Wonogiri Kini Dapatkan Rumah Sederhana Layak Huni
-
BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Tegaskan Komitmen Ekonomi Kerakyatan
-
Konflik Keraton Solo: Berebut Gamelan Sekaten Berujung Laporan Polisi, Abdi Dalem Ngaku Dikeroyok