Pembuatan kapal Phinisi sendiri tidak serampangan. Dalam proses pembuatannya, kapal ini membutuhkan ritual khusus. Kapal Phinisi sendiri pertama kali terbentuk pada abad ke-14. Pada saat itu, ukuran rata-rata kapal tersebut cenderung kecil, yakni kurang dari 30 meter.
Menurut catatan sejarah dalam naskah kuno Lontarak I Babad Lagaligo, kapal Phinisi memiliki julukan ‘Mahakarya Nenek Moyang’. Sebab, kapal ini dibuat oleh para pendahulu suku Bajo dengan konstruksi yang kuat dan gagah.
Diketahui, orang pertama yang membuat kapal yang kemudian menjadi cikal bakal Phinisi adalah Sawerigading, seorang pangeran Kerajaan Luwu Purba, Sulawesi Selatan.
Nah, bagi yang sering menyusuri trip Labuan Bajo, tentu tidak asing lagi dengan nama Phinisi. Sebab, kapal ini merupakan salah satu transportasi mewah yang ditawarkan di sana.
Kontributor : Dinnatul Lailiyah
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler
-
Melalui Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru
-
Sekolah Rakyat Selamatkan Anak Yatim Sejak Bayi: Sempat Putus Sekolah, Hobi Tawuran
-
Berkat MBG, Pembudidaya Ikan Semangat Bekerja: Karena Pasti Laku!
-
Anak Orangtua Difabel Peroleh Pendidikan Gratis di Sekolah Rakyat: Dapat Makanan dan Pakaian