SuaraSurakarta.id - Ada yang unik dan menarik di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Klaten.
Jika biasanya nama jalan diambil dengan dengan nama buah, bunga, tokoh nasional hingga pahlawan. Tapi di wilayah Desa Sidowayah, nama-nama jalan diambilkan dari nama mantan kepala desa (kades), perangkat desa, dan tokoh masyarakat Desa Sidowayah.
Nama-nama tersebut bukan yang sekarang saja tapi yang dulu-dulu sejak tahun 1933. Dijadikannya sebagai nama jalan, karena telah berjasa bagi Desa Sidowayah dan ada juga yang ikut berjuang untuk bangsa Indonesia.
"Jika biasanya di kota itu nama jalan diambil dari nama pahlawan, buah dan sebagainya. Di sini kita kasih nama jalan itu dengan nama mantan kades, perangkat desa dari tahun 1933," ujar Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto, Senin (18/12/2023).
Mujahid menjelaskan itu merupakan cita-citanya sebelum terpilih sebagai kepala desa (kades) sekitar tahun 2018 lalu.
Waktu itu punya keinginan agar para kades dan perangkat desa yang dulu-dulu diabadikan sebagai nama jalan di Desa Sidowayah.
"Itu sudah cita-cita saya sebelum jadi kepala desa. Saya pengin perangkat desa yang dulu, orang yang telah berjasa bagi Desa Sidowayah itu kita abadikan sebagai nama jalan," katanya.
Setelah terpilih dan jadi kepala desa tahun 2019, Mujahid kemudian merealisasikan cita-citanya. Koordinasi dengan perangkat desa, tokoh masyarakat serta pihak lainnya terus dilakukan.
"Total itu ada sekitar 50 orang, baik itu kepala desa hingga perangkat desa. Nama-nama itu dari tahun 1933 hingga sekarang, kita anggap mereka sebagai pahlawan sehingga dipakai nama jalan," ungkap dia.
Baca Juga: Gerak Cepat, Satreskrim Polres Klaten Tangkap Dua Pelaku Pembacokan
Penggantian nama jalan ini sudah dilakukan sejak Juli 2023 lalu dan selesai pemasangan bulan November kemarin. Untuk papan nama dibuat dengan jumlah 100 plang dari anggaran dana desa sekitar Rp 31 juta.
"Nama-nama itu sudah dipasang sejak Juli 2023 lalu. Kita buat 100 papan nama jalan, karena dari ujung jalan kita kasih nama," sambungnya.
Menurutnya tidak hanya kepala desa dan perangkat desa yang diabadikan sebagai nama jalan. Tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pahlawan Desa Sidowayah yan gugur di medan pertempuran.
"Jadi mereka dulu ikut berjuang melawan penjajah, seperti nama jalan Dahlan itu dulu pada agresi Belanda II. Ada juga bekas tentara yang dulu ikut berjuang di Yogyakarta, serta tokoh ulama juga ada," papar dia.
Mujahid menambahkan penamaan nama jalan itu tidak sembarang dan sudah disertifikatkan. Itu pun sudah ada di BPN/ATR.
Desa Sidowayah sendiri menurut sejarah sudah ada sejak dulu sekitar tahun 1912. Sehingga usia sekarang itu sudah 111 tahun dan mulai tahun 2024 di usia 112 tahun akan dirayakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Surya Paloh Apresiasi Inovasi Quantum Stem Cell Karya Deby Vinski di Celltech
-
Bisa Beli Motor Berkat Dapur MBG, Penyandang Disabilitas Ini Berdoa Kelak Ketemu Prabowo
-
Kisah Rohmat: Penyandang Disabilitas yang Menemukan Harapan Baru di Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Berkah Makan Bergizi Gratis: Produksi Tempe Ozy di Sukoharjo Melejit 100 Persen
-
Pengacara Penggugat Ijazah Jokowi Ungkap Alasan Rismon Berbelok, Sudah Habiskan Uang Rp600 Juta?