Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Kamis, 23 November 2023 | 10:33 WIB
Ki Ageng Henis yang merupakan ulama penyebar agama Islam di Solo dan membangun kampung sentra batik di Laweyan. [Dok]

SuaraSurakarta.id - Islam menjadi agama yang banyak dianut oleh masyarakat Solo. Fakta ini tidak bisa terlepas dari peran Ki Ageng Henis yang merupakan ulama penyebar agama Islam di Solo dan membangun kampung sentra batik di Laweyan. 

Ki Ageng Henis mempunyai torehan sejarah yang manis untuk Kota Solo. Pasalnya ulama ini sangat berkontribusi bagi syiar agama Islam di kota tersebut sejak zaman dahulu yang membuat Solo menjadi kota yang religius. 

Sehingga amat sangat menarik untuk mengenal lebih jauh mengenai sosok Ki Ageng Henis dan kiprahnya untuk melakukan penyebaran agama Islam di Solo. 

Profil Ki Ageng Henis 

Baca Juga: Sejarah Arseto Solo, Klub Legendaris Milik Anak Presiden Soeharto yang Pernah Tembus Champions Asia

Tahun lahir Ki Ageng Henis tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan sekitar tahun 1520-an. Pria bernama asli Bagus Henis ini adalah putra dari Ki Ageng Sela, seorang tokoh penting dalam Kerajaan Mataram.

Ki Ageng Henis menghabiskan masa kecilnya di Desa Sela, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Sejak usia dini, dirinya sudah menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dan ketertarikannya pada dunia spiritual.

Kemudian Bagus Henis berguru kepada sejumlah ulama dan tokoh spiritual, termasuk Sunan Ngerang, seorang wali yang terkenal dengan ajaran tasawufnya.

Setelah menimba ilmu selama bertahun-tahun, Ki Ageng Henis kembali ke Desa Sela dan mulai menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut.

Dirinya juga berperan penting dalam mengembangkan batik, sebuah seni tradisional Jawa yang kini menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Lokananta Solo, Studio Musik Tertua di Indonesia

Langkah ini bermula saat Ki Ageng Henis melakukan dakwah di Desa Laweyan, yang dahulu mayoritas penduduknya beragama hindu.

Load More