SuaraSurakarta.id - Rio Haryanto disebut-sebut sebagai crazy rich asal Solo. Sang pembalap F1 Indonesia, ternyata pernah menerima gaji hingga miliaran rupiah per tahunnya.
Tidak itu saja, Rio Haryanto juga memiliki bisnis yang cukup besar di Kota Solo. Pantas saja jika ia disebut crazy rich.
Menyadur dari Solopos.com, gaji tahunan Rio Haryanto berada di angka Rp2,4 miliar pada 2016 lalu.
Meski begitu, gaji sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dibandingkan dengan rekannya dari Jerman, Pascal Wehrlein, yang memperoleh gaji sebesar 500 ribu Euro atau sekitar Rp7 miliar.
Sementara itu, untuk pembalap F1 yang paling tinggi adalah Lewis Hamilton. Dia mendapatkan gaji sebesar 32 juta Euro atau setara Rp454 miliar pada 2016.
Walaupun menerima gaji yang kecil dibandingkan dengan rekan-rekannya, pria berusia 28 tahun yang dijuluki crazy rich asal Solo ini juga mendapatkan penghasilan dari bisnis yang ia geluti.
Bisnis Crazy Rich Asal Solo
Ia terjun ke dunia bisnis milik keluarganya, yakni produsen alat tulis di Solo. Sang ayah, Sinyo Haryanto merupakan pemilik dari perusahaan tersebut.
Untuk terjun di dunia bisnis, Rio Haryanto juga telah mempersiapkan semuanya, termasuk mengambil kuliah jurusan bisnis di Universitas FTMS Global Singapura dan lulus 2014 sialm.
Baca Juga: Duh! Nenek 74 Tahun di Kota Solo Terjerat Kasus Hukum, Kini Sakit di Dalam Penjara
“Setelah tak turun di F1 2016, saya terus mencari peluang untuk kembali ke dunia balap. Akan tetapi, selain itu saya juga fokus menjalankan bisnis keluarga,” ucap dia pada 2019 silam, seperti dilansir Suara.com.
Sebagai informasi, pada 2008, Rio Haryanto yang juga dikenal sebagaicrazy rich asal Solo mulai dikenal sebagai pembalap mobil profesional.
Di tahun itu, dia mengikuti ajang balapan, mulai dari Asian Formula Challaenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific. Berbagai capaian karier di dunia balapan ia peroleh, termasuk berhasilnya Rio Haryanto di ajang balapan bergensi F1 pada 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Air Makin Langka, Warga Sukoharjo Terpaksa Mandi Sehari Sekali demi Berhemat