SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo tinggal menghitung hari untuk purnatugas. Sejumlah seniman mural Kota Solo membuat karya mural sebelum sosok yang akrab disapa Rudy itu pensiun 17 februari mendatang.
Salah satu mural nampak terlihat di tembok panjang sebuah gudang di Jalan Ir. Juanda Nomor 240 Solo. Irul Hidayat, selaku koordinator seniman mural Solo, memaparkan bahwa aksi ini adalah bentuk ucapan terimakasih untuk Pak Rudy.
Dalam mural tersebut menampilkan sisi jiwa merakyat dan mengayomi yang selama ini ada dalam wali kota yang juga biasa disapa Pak Brengos.
"Karya mural ini dikemas secara parodial yaitu sosok figur Pak Rudy dalam pose kepala plontos tengah mencukur Gibran Rakabuming yang merupakan walikota terpilih periode berikutnya," ungkap Irul, Kamis (11/2/2021).
Menurutnya , visual tersebut seolah menggambarkan tentang estafet kepemimpinan dan bentuk pengayoman serta bimbingan seorang FX Rudy kepada anak muda untuk berani berkorban ketika menjadi seorang pemimpin.
Sementara di sisi lainnya, nampak visual sosok Pak Rudy yang nampak sederhana dan bersahaja tengah berkendara naik sepeda motor tahun 90 an yang sangat epik dan familiar.
Visual ini seakan meneguhkan sosok FX Rudy selama ini yang dikenal sebagai pemimpin yang sangat bersahaja, sederhana dan merakyat. Selain itu nampak di visualkan juga sosok Rudy dengan pakaian dinas putih bersih tengah menyapu.
"Ini menggambarkan jiwa kepemimpinan Pak Rudy selama ini yang selalu penuh kerja keras dalam memajukan Solo," paparnya.
Tambah Irul, bahwa kerja keras Pak Rudy selama menjabat wali kota bahkan biasa dimulai dari hal-hal ringan dan sederhana.
Baca Juga: Banjir 2007 Momen Tak Terlupakan Wali Kota Solo, Alasannya Bikin Trenyuh
Seperti yang Ia gambarkan saat menyapu, yang juga dapat diartikan sebagai simbol kebersihan kota dan simbol kecintaan pada pemerintahan yang bersih, seperti yang selama ini beliau bangun di kota Solo.
Selain mural naratif tersebut, beberapa seniman juga membuat mural bertema sosok Pak Rudy yang njawani dan berwibawa, dengan tagline "Maturnuwun".
Semuanya itu Ia lakukan dan rekannya ini sebagai bentuk ungkapan terimakasih atas pengabdian Rudy selama ini bagi kota Solo. Sekaligus juga sebagai penanda sejarah bahwa di Solo pernah memiliki figur wali kota yang unik, sederhana dan merakyat seperti sang wali kota.
"Saat ini kami masih menggarap mural mengenai Pak Rudy, di daerah Kampung Pucang sawit, dan ini masih juga berlangsung," ujar Irul.
Irul , ketika ditemui di rumahnya di Kampung Purwosari tersebut, menjelaskan kedekatannya dengan sang wali kota sangat dekat dalam dunia seni. Sosok Rudy dinilainya merakyat dengan masyarakat Solo baik secara personal maupun keseluruan, dan mudah berbaur setiap suasana dan kondisi.
Kontributor: Budi Kusumo
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mandiri Looping for Life, Semangat Rawat Warisan dan Keberlanjutan di Road to INACRAFT Festival 2026
-
Dubes Qatar untuk Indonesia yang Baru Temui Jokowi, Singgung Soal Kondisi Timur Tengah
-
Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Dari Serbalawan, Kursumawati Layani Ribuan Transaksi dan Perkuat Inklusi Keuangan
-
Warnanya Merah Merona, Ini Penampakan Rumah Masa Kecil Etik Suryani yang Digeledah KPK