- Bank Jateng Sukoharjo mengingatkan anak muda agar menghindari judi online dan pinjaman konsumtif berisiko tinggi.
- Transaksi paylater bernilai kecil yang menunggak dapat merusak catatan kredit di SLIK OJK secara permanen.
- Catatan kredit buruk akibat gaya hidup menghambat persetujuan permodalan usaha masa depan di lembaga perbankan resmi.
"Nanti kalau adik-adik sudah dewasa, merintis usaha, dan butuh pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau pinjaman komersial perbankan yang limitnya besar, fasilitas tersebut tidak akan bisa cair jika rapor SLIK OJK telanjur tercoreng. Jangan sampai masa depan usaha teman-teman tertutup hanya gara-gara riwayat pinjaman konsumtif masa lalu," lanjutnya.
*Tips Formula Anggaran dan Keamanan*
Sebagai langkah mitigasi finansial, Bank Jateng membagikan panduan dasar alokasi pendapatan bagi generasi muda yang mulai berpenghasilan atau mengelola uang saku.
Dia membeberkan, 40 persen untuk kebutuhan hidup yang digunakan untuk biaya makan, transportasi harian, dan operasional pokok. Kemudian maksimal 30 persen untuk utang/kewajiban dengan batas toleransi beban cicilan produktif agar arus kas tetap sehat.
Baca Juga:Dirtipideksus Bareskrim Polri Ungkap Kronologi Penangkapan Bos Judol Beromzet Miliaran
"Adapun 20 persen untuk tabungan, investasi, dan proteksi termasuk pembentukan dana darurat dengan cadangan minimal setara tiga kali pengeluaran bulanan dan 10 persen untuk ibadah dan sosial: pengeluaran berbasis kemanusiaan, zakat, maupun donasi sosial," terang dia.
Firdaus turut mengimbau para peserta agar waspada terhadap kejahatan siber perbankan (skimming, phishing, dan rekayasa sosial). Ia berpesan agar nasabah tidak mudah membagikan nomor kartu debit/kredit, kode sandi (PIN), kode CVV, maupun kode OTP kepada pihak mana pun, serta menjauhi koneksi Wi-Fi publik tanpa proteksi saat bertransaksi perbankan.
"Sebagai bank milik masyarakat Jawa Tengah yang berdiri sejak 6 April 1963, deviden dan keuntungan Bank Jateng dikembalikan untuk pembangunan daerah. Karena itu, kami berkepentingan mencetak anak-anak muda Jawa Tengah yang melek finansial, bebas dari jerat pinjol dan judi online, serta memiliki integritas finansial yang sehat demi menyongsong masa depan," kata dia.
Adapun acara dibuka oleh Co Founder GSI, Anas Syahirul Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto yang diwakili Plt Kadispora Sukoharjo, Suyatman.
Sementara pembicara selain ada Ketua Komisi Kejaksaan RI, Prof Pujiyono Suwadi, Dewan Pakar GSI, dr. M. Nasir Zubaidi, Sp.OT, Pemerhati Pembangunan Jateng, Zulkifli Gayo, Pakar Hukum Tata Negara UNS, Dr. Andina Elok Puri Maharani dan Local Hero Sukoharjo atau pemilik Kubik Society, Ahmad Fauzan Tirmidzi
Acara dihadiri seratusan mahasiswa, BEM, siswa, OSIS, Pramuka hingga organisasi kepemudaan lain seperti dari UMS, UIN hingga UMS. Selain itu, ada sejumlah perwakilan SMA dan SMK negeri hingga swasta di Kecamatan Sukoharjo, Baki, Kartasura dan Gatak.
Baca Juga:Polresta Solo Ungkap Kasus Penggelapan Rp 10 Miliar, Bank Jateng Tarik Napas Lega