Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan

Wartawan & pers mahasiswa di Solo gelar aksi damai di Monumen Pers Nasional, desak Presiden Prabowo minta maaf atas istilah "londo ireng" yang beri stigma negatif pada pers.

Budi Arista Romadhoni
Selasa, 28 Juli 2026 | 12:54 WIB
Pers Soloraya Protes Pernyataan 'Londo Ireng', Nilai Rugikan Profesi Wartawan
Ilustrasi jurnalis demonstrasi meminta Presiden Prabowo Subianto meminta maaf usai menyatakan Londo Ireng. (Antara)
Baca 10 detik
  • Aliansi wartawan dan pers mahasiswa di Solo menggelar aksi damai menuntut Presiden Prabowo meminta maaf.
  • Tuntutan disampaikan di Monumen Pers Nasional pada Selasa, 28 Juli 2026, karena istilah "londo ireng" beri stigma negatif.
  • Aksi tersebut bertujuan menolak pembungkaman pers sekaligus melindungi kemerdekaan media yang terancam tekanan.

SuaraSurakarta.id - Wartawan dan elemen pers mahasiswa di Soloraya mendesak Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas penggunaan istilah "londo ireng" yang dinilai memberi stigma negatif terhadap profesi wartawan. Desakan itu disuarakan dalam aksi damai di Monumen Pers Nasional, Solo, Selasa (28/7/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap pernyataan yang dianggap dapat menggerus kemerdekaan pers.

Ratusan wartawan dari berbagai organisasi profesi bersama pers mahasiswa menggelar aksi damai di kawasan Monumen Pers Nasional, Solo. Mereka menilai penyebutan istilah "londo ireng" dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Lahir ke-28 PKB, 23 Juli 2026, berpotensi melabeli profesi wartawan secara negatif.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Sri Hartanto, menegaskan Presiden Prabowo perlu menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi wartawan sekaligus komitmen menjaga kebebasan pers.

"Wartawan bekerja berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dengan tugas menyampaikan fakta kepada publik serta menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Karena itu, kami menilai Presiden Prabowo harus meminta maaf kepada wartawan atas pernyataan yang telah menimbulkan stigma terhadap profesi wartawan," kata Sri Hartanto.

Baca Juga:Warga Gembira, Prabowo Bangun Lagi Jembatan Penghubung Klaten-Yogya yang Sempat Hanyut

Menurutnya, kritik yang disampaikan media terhadap pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dalam negara demokrasi, bukan bentuk permusuhan maupun pengkhianatan terhadap negara.

Karena itu, Sri Hartanto menilai ruang kerja wartawan harus tetap dijaga agar dapat berlangsung secara bebas, aman, dan independen.

Kebebasan Pers Jadi Sorotan

Selain menyampaikan desakan kepada Presiden, aksi tersebut juga menyoroti meningkatnya ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Ketua AJI Solo, Ika Yuniati, mengatakan stigmatisasi terhadap wartawan tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele karena berpotensi memperburuk iklim kebebasan pers.

Baca Juga:Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler

Ia mengutip data AJI Indonesia yang mencatat 89 kasus kekerasan terhadap wartawan sepanjang 2025, mulai dari intimidasi, kekerasan fisik, hingga berbagai bentuk tekanan terhadap kerja jurnalistik.

Sementara itu, Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo, Yoma Times Suryadi, mengingatkan bahwa seluruh pekerja pers, termasuk pewarta foto, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat.

"Kemerdekaan pers adalah salah satu pilar demokrasi. Tanpa wartawan yang dapat bekerja secara bebas, aman, dan independen, hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat akan terancam," ujarnya.

Menurut peserta aksi, ketika wartawan menghadapi tekanan atau intimidasi, yang dirugikan bukan hanya profesi pers, tetapi juga masyarakat yang kehilangan akses terhadap informasi yang benar dan berimbang.

Aksi Simbolik Tolak Pembungkaman Pers

Pesan penolakan terhadap segala bentuk pembungkaman disampaikan melalui aksi teatrikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak