Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi

Pemkot Solo pertegas edukasi dan skrining masif, meski 80% kasus berasal dari luar kota akibat fasilitas lengkap.

Ronald Seger Prabowo
Minggu, 31 Mei 2026 | 13:36 WIB
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
Ilustrasi kasus HIV AIDS. [Envato Elements]
Baca 10 detik
  • BPS Jawa Tengah mencatat Kota Solo memiliki 412 kasus baru HIV/AIDS pada awal Maret 2026.
  • Sebanyak 80 persen dari total temuan kasus HIV/AIDS di Solo berasal dari warga luar kota.
  • Pemkot Solo mengoptimalkan layanan kesehatan serta edukasi formal dan nonformal guna menekan angka penularan penyakit.

“Banyak warga dari kabupaten sekitar memilih memeriksakan diri di Solo karena fasilitas kesehatannya lebih lengkap dan mereka merasa lebih nyaman menjaga privasi status kesehatannya,” paparnya.

Selain faktor layanan kesehatan, Retno menyebut pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi faktor risiko penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu, Dinkes Kota Solo terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan.

Upaya tersebut di antaranya dilakukan melalui edukasi dan penyuluhan oleh puskesmas bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS serta Warga Peduli AIDS di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Dinkes juga bekerja sama dengan lintas sektor seperti Dinas Pendidikan. Di sekolah, penyuluhan dilakukan bersamaan dengan edukasi kesehatan reproduksi dan bahaya Napza. Kami juga bekerja sama dengan DP3AP2KB terkait sosialisasi keluarga yang berkualitas, setia pada pasangan, tidak berhubungan seks di luar nikah, dan juga skrining kepada ibu hamil baru. Karena setiap ibu hamil baru harus diperiksa HIV,” bebernya.

Baca Juga:Patroli Gabungan Malam Takbiran, 27 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Joglo Solo

Retno menegaskan, penguatan layanan kesehatan juga terus dilakukan. Saat ini, seluruh puskesmas di Kota Surakarta sudah menjadi klinik PDP atau Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan bagi ODHIV.

“Kami juga melakukan penguatan layanan kesehatan. Seluruh puskesmas Surakarta sudah menjadi klinik PDP untuk ODHIV. Peningkatan jejaring layanan dengan LSM juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus putus berobat atau lost to follow up, serta pemeriksaan konseling dan tes bagi populasi kunci yang dilaksanakan tim puskesmas bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Surakarta berharap penanganan HIV/AIDS dapat dilakukan secara lebih aktif, terarah, dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada ODHIV, agar warga yang berisiko tidak takut melakukan pemeriksaan dan bisa segera mendapatkan pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak