SuaraSurakarta.id - Prinsip keberlanjutan kini semakin mewarnai berbagai sektor, termasuk industri kriya yang lekat dengan pelestarian budaya. Semangat tersebut pun dihadirkan Bank Mandiri melalui kampanye Mandiri Looping for Life (MLFL) dalam gelaran Road to INACRAFT Festival 2026 yang mengusung tema "Hamemayu Hayuning Bawana" di Jogja Expo Center (JEC) pada 15 - 19 Juli 2026.
Mengusung konsep From Waste to Circular Craft Experience, Mandiri Looping for Life berkolaborasi dengan brand lokal Othman menghadirkan produk fesyen berbahan daur ulang, yang dikembangkan berdasarkan prinsip ekonomi sirkular. Aktivasi ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM kriya, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk mengembangkan praktik sirkular yang menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing usaha.
Vice President Corporate Communication Bank Mandiri Dicky Kristanto mengatakan, Mandiri Looping for Life merupakan bagian dari implementasi strategi keberlanjutan Bank Mandiri yang dijalankan melalui tiga pilar, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Beyond Banking secara terintegrasi.
Pada aspek Sustainable Banking, dia menjelaskan, Bank Mandiri terus memperkuat pembiayaan kepada sektor-sektor yang mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan, mulai dari energi terbarukan, kendaraan listrik, bangunan bersertifikasi hijau, hingga pembiayaan sosial yang memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Baca Juga:Semai Bibit Golf Potensial, Sinergi Bank Mandiri dan Ciputra Gelar Kejuaran Golf Junior
Sementara melalui Sustainable Operations, perseroan terus mendorong operasional yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik serta pengembangan gedung yang memenuhi standar efisiensi energi.
Adapun Mandiri Looping for Life menjadi implementasi pilar Beyond Banking yang menjembatani strategi keberlanjutan perusahaan dengan masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular. Tujuannya, agar inisiatif keberlanjutan ini tidak berhenti di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat dan pelaku UMKM.
“Keberlanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Karena itu, Mandiri Looping for Life kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menciptakan nilai tambah,” ujar Dicky, dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).
Melalui kampanye ini, Bank Mandiri membangun sustainability culture dan green business mindset di tingkat ritel dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam praktik keberlanjutan. Bagi perseroan, industri kriya menjadi ruang yang mempertemukan kreativitas lokal, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Sejalan dengan semangat "Hamemayu Hayuning Bawana", Mandiri Looping for Life menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tentang pengelolaan limbah, melainkan juga tentang menciptakan nilai ekonomi baru, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus menjaga warisan yang dimiliki.
Baca Juga:Komitmen Bangun Bisnis Berkelanjutan, Bank Mandiri Incar Rp5 Triliun dari Penerbitan Green Bond
"Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi berbasis ekosistem untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan keunggulan berkelanjutan yang relevan bagi masyarakat dan arah pembangunan ekonomi Indonesia," pungkas Dicky. ***